Mengapa Waktu Terasa Makin Cepat saat Tua? Ini Penjelasannya
- 04 Okt 2026 15:29 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor — Perasaan bahwa waktu berputar jauh lebih cepat saat usia bertambah merupakan fenomena psikologis yang dialami oleh hampir semua orang dewasa. Masa kanak-kanak sering kali terasa sangat panjang dan penuh dengan petualangan yang seolah tidak ada habisnya. Namun, begitu memasuki usia dewasa, rentang waktu satu tahun rasanya berlalu hanya dalam kedipan mata.
Perubahan persepsi terhadap waktu ini bukanlah sekadar perasaan subjektif atau ilusi semata. Dalam ilmu psikologi kognitif dan neurosains, fenomena ini dapat dijelaskan secara rasional melalui mekanisme kerja otak manusia dalam memproses informasi serta menyimpan ingatan baru.
Dikutip dari laman Cambridge University Press, teori proporsi yang dikaitkan dengan filsuf Paul Janet menjelaskan bahwa manusia menilai durasi waktu berdasarkan perbandingannya dengan total usia yang telah dijalani. Prinsip ini menjelaskan bahwa skala waktu secara psikologis akan terasa makin memendek seiring bertambahnya angka usia seseorang.
Bagi seorang anak berusia lima tahun, rentang waktu satu tahun mewakili 20 persen dari seluruh total perjalanan hidupnya, sehingga terasa sangat panjang. Sebaliknya, bagi seorang dewasa yang berusia 50 tahun, masa satu tahun hanya bernilai dua persen dari total usianya. Perbedaan rasio inilah yang membuat persepsi masa lalu terasa melesat sangat cepat.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah rutinitas harian dan intensitas pengalaman baru. Otak manusia cenderung mencatat ingatan secara detail ketika menghadapi hal-hal baru yang belum pernah dialami sebelumnya. Saat masih kecil, hampir setiap hari diisi oleh pengalaman baru, mulai dari belajar berjalan, mengenal lingkungan sekolah, hingga bertemu orang-orang baru.
Ketika seseorang tumbuh dewasa, kehidupannya cenderung didominasi oleh pola rutinitas yang berulang, seperti bekerja atau mengurus rumah tangga. Otak secara otomatis memproses informasi yang sudah akrab ini secara efisien tanpa perlu membuat ingatan baru yang mendalam, sehingga saat menengok ke belakang, rentang waktu tersebut terasa berlalu begitu saja.
Peneliti neurosains Adrian Bejan juga menambahkan bahwa penurunan kecepatan pemrosesan informasi pada otak memengaruhi persepsi waktu. Seiring bertambahnya usia, jaringan saraf membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk memproses sinyal visual. Kondisi ini membuat jumlah gambaran mental yang dicatat otak dalam sehari menjadi lebih sedikit, sehingga menciptakan sensasi seolah-olah waktu berlalu dengan sangat cepat. (Alfredo Abraham — Universitas Pakuan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....