Pahlawan Tak Terlihat di Balik Diplomasi Dunia, Siapa Mereka?
- 30 Sep 2026 06:32 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Di balik setiap pertemuan para pemimpin dunia, ada peran yang jarang disorot, yakni mereka yang menjembatani perbedaan bahasa. Berkat merekalah pesan dari satu negara dapat dipahami dengan tepat oleh negara lain.
Peran itulah yang dihargai melalui Hari Penerjemah Internasional setiap 30 September. Peringatan ini menjadi penghormatan bagi kerja para profesional bahasa di seluruh dunia. Penerjemah dinilai sangat penting untuk menjaga komunikasi antarbangsa tetap jelas dan positif.
Dari dokumen sensitif hingga lirik lagu K-Pop favorit, penerjemah menjadi fondasi bagi perjanjian damai internasional dan konsumsi media global. Hari ini menghormati kontribusi mereka dalam menjaga perdamaian, memajukan hak asasi manusia, dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Sejak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berdiri, penerjemah telah membantu menyatukan 51 negara pendiri dalam satu pemahaman. PBB mengakui bahwa semua peradaban dan budaya merupakan pendorong penting pembangunan berkelanjutan. Penerjemahan profesional pun diakui sebagai seni sekaligus keahlian.
Penetapan hari peringatan ini berawal dari resolusi yang diadopsi Majelis Umum PBB pada 24 Mei 2017. Melalui resolusi tersebut, hari ini didedikasikan untuk menghormati peran para profesional bahasa dalam membina perdamaian, pembangunan, dan persahabatan antarnegara yang berbeda bahasa.
Tanggal peringatan ini bertepatan dengan hari peringatan St. Jerome, seorang pastor dan cendekiawan yang dikenal sebagai penerjemah pertama Alkitab. Ia menerjemahkan kitab tersebut dari bahasa Ibrani ke bahasa Latin. Upayanya membuat Alkitab dapat dijangkau audiens yang jauh lebih luas menjadikannya santo pelindung para penerjemah.
Saat ini PBB memiliki enam bahasa resmi, yaitu Arab, Mandarin, Prancis, Inggris, Rusia, dan Spanyol. Penerjemah PBB mengisi kesenjangan komunikasi dengan menerjemahkan bahasa resmi ke bahasa yang dibutuhkan, begitu pun sebaliknya. Mereka juga menyediakan layanan terjemahan langsung di ruang sidang dan bertanggung jawab atas informasi diplomatik yang sensitif.
Bagi yang tertarik berkarier di bidang ini, PBB merekrut tenaga penerjemah melalui ujian kompetitif bahasa atau Language Competitive Examinations (LCE). Rincian ujian tersebut dapat dilihat di situs resmi PBB.
Ada sejumlah cara sederhana untuk memperingati hari ini. Salah satunya belajar bahasa baru dengan memanfaatkan beragam sumber gratis di internet. Masyarakat juga dapat mempromosikan multikulturalisme melalui pakaian, makanan, dan tradisi yang beragam.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa perpaduan bahasa mencerminkan kekuatan dunia yang bersatu dalam keberagaman. Di tengah dunia yang kian mengglobal, peluang bagi para penerjemah pun terbuka luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....