Eyeliner dan Perjalanan Panjang Menjaga Api Bermusik

  • 29 Agt 2026 11:11 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Perjalanan panjang band asal Bogor, Eyeliner, ternyata telah berlangsung jauh lebih lama dari satu dekade
  • Eyeliner pertama kali terbentuk pada 1998 dan arsip penampilan mereka yang ditemukan mencatat gig pada 1999 dalam acara British Music Style di Classic Rock Stage, Blok M
  • Eyeliner memilih untuk tetap menjadi bagian dari keberagaman skena musik Bogor tanpa terlalu memikirkan posisi atau label tertentu

RRI.CO.ID, Bogor- Perjalanan panjang band asal Bogor, Eyeliner, ternyata telah berlangsung jauh lebih lama dari satu dekade. Berdasarkan penuturan Doni, sang vokalis, Eyeliner pertama kali terbentuk pada 1998 dan arsip penampilan mereka yang ditemukan mencatat gig pada 1999 dalam acara British Music Style di Classic Rock Stage, Blok M. Artinya, perjalanan Eyeliner di dunia musik telah mencapai sekitar 28 tahun.

Bagi Doni, bertahan selama itu bukan sekadar persoalan menjaga eksistensi band, tetapi karena musik sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya. Perjalanan tersebut tentu tidak selalu berjalan mulus. Eyeliner sempat melewati berbagai fase, mulai dari masa produktif hingga periode ketika dinamika internal dan kesibukan hidup membuat aktivitas band mengalami perubahan.

Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dari perjalanan mereka. Doni melihat karya-karya lama sebagai semacam dokumentasi perjalanan hidup, karena setiap lagu merekam cara berpikir dan pengalaman para personel pada masanya.

“Kalau dari awal sampai sekarang, ada banyak banget perubahan yang terjadi, baik secara musikal maupun secara personal,” ujar Doni, Jumat, 28 Agustus 2026.

Dalam menciptakan musik, Eyeliner tidak terpaku pada satu sumber inspirasi. Ide lagu dapat muncul dari pengalaman pribadi, keresahan, hubungan dengan orang lain, hingga potongan melodi atau riff gitar yang kemudian berkembang menjadi sebuah karya. Doni mengaku lirik yang dibuatnya banyak berangkat dari hal-hal yang sedang dialami, terutama mengenai hubungan manusia, baik dengan Tuhan maupun dengan sesama.

Dari sisi musikal, perjalanan Eyeliner juga mengalami perkembangan, dari karakter awal yang kental dengan britpop, kemudian mengeksplorasi musik elektronik, hingga menemukan warna yang mereka bawa saat ini. Proses produksi karya Eyeliner selama ini banyak dilakukan secara internal. Draft lagu biasanya dibagikan kepada personel untuk kemudian dikembangkan bersama saat latihan di studio.

Perbedaan referensi dan kemampuan setiap anggota justru dianggap Doni sebagai salah satu hal yang membuat proses kreatif menjadi menarik. Ketika sebuah lagu sudah setengah matang, ia juga kerap meminta tanggapan dari teman-teman di luar band. Masukan tersebut kemudian menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah sebuah karya akan tetap dipertahankan berdasarkan idealisme bermusik atau perlu dikompromikan.

Perubahan formasi menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan terbaru Eyeliner. Saat pandemi, Doni menyebut hanya dirinya dan Levi yang masih bertahan di dalam band. Keinginan untuk terus bermusik kemudian mendorong lahirnya EP “Bizarre” yang dirilis pada 2023. Setelah itu, Eyeliner mulai membangun formasi baru dengan mengajak Aris dari Adopta pada gitar, Indra dari Elora pada bass, serta Dandi dari Fat Go Out pada drum.

Dalam perkembangannya, posisi drum kemudian diisi Atep dari AdiksiNada dan proses kreatif kini turut dibantu Dika dari Halfless. Bagi Doni, formasi tersebut hadir dengan semangat bermusik tanpa tekanan berlebihan. Kehadiran personel dengan latar belakang dan referensi berbeda ikut membawa warna baru bagi Eyeliner. Doni menyebut aransemen musik menjadi lebih kaya, sementara eksplorasi sound memberikan tantangan baru dalam proses kreatif.

Menurutnya, proses tersebut membutuhkan kompromi dan toleransi karena setiap personel membawa gagasan serta ekspresi masing-masing ke dalam band. Di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi produksi musik yang begitu cepat, Eyeliner juga terus berusaha mengikuti perkembangan tersebut sambil tetap mempertimbangkan kenyamanan masing-masing personel dalam bermusik.

Kini, Eyeliner memilih untuk tetap menjadi bagian dari keberagaman skena musik Bogor tanpa terlalu memikirkan posisi atau label tertentu. Band ini tengah menyiapkan materi EP baru yang diharapkan dapat dirilis pada akhir 2026, dengan arah musik yang kembali mengarah ke era Britrock.

Bagi Doni, pencapaian Eyeliner tidak semata-mata diukur melalui angka streaming atau jumlah pendengar, melainkan dari kemampuan menghasilkan karya yang tetap terasa mewakili identitas mereka.

“Semangat atau visi yang selalu konsisten dari dulu gw pegang adalah Bermusik dari Hati,” tutup Doni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....