Australia Perketat Tangga Lagu, Musik Buatan AI Sepenuhnya Tak Bisa Masuk
- 25 Agt 2026 18:12 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Australia membatasi musik buatan AI - Lagu yang sepenuhnya dihasilkan AI tidak lagi memenuhi syarat masuk ARIA Charts.
- Unsur manusia tetap menjadi syarat utama - Musik yang menggunakan AI sebagai alat pendukung masih diperbolehkan selama sebagian besar elemen kreatifnya dibuat manusia.
- Industri musik mulai mengatur penggunaan AI - Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya musik berbasis AI, sekaligus mendorong transparansi melalui sistem pelabelan konten yang dibuat dengan teknologi AI.
RRI.CO.ID, Bogor - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai membawa perubahan besar dalam industri musik. Di tengah semakin banyaknya lagu yang diproduksi dengan bantuan AI, Australia mengambil langkah baru dengan memperketat persyaratan karya musik yang dapat masuk ke tangga lagu nasional.
Australian Recording Industry Association (ARIA) pada Selasa, 25 Agustus 2026, menetapkan aturan baru yang mengharuskan sebuah karya musik yang masuk tangga lagu dibuat secara substansial oleh manusia. Ketentuan tersebut mulai berlaku Jumat, 28 Agustus 2026, menjadi bagian dari upaya mempertahankan unsur kreativitas manusia dalam industri musik.
Melalui aturan tersebut, lagu yang seluruhnya dihasilkan oleh AI tidak lagi memenuhi syarat untuk masuk ARIA Charts. Lagu juga dapat dikecualikan apabila AI digunakan untuk menghasilkan seluruh atau sebagian besar elemen kreatif di dalamnya.
Meski demikian, penggunaan AI tidak sepenuhnya dilarang. Musik yang memanfaatkan teknologi AI generatif hanya sebagai bagian pendukung, sementara unsur kreatif utamanya tetap berasal dari manusia, masih dapat memenuhi persyaratan untuk masuk tangga lagu.
Kebijakan ini hadir ketika penggunaan AI dalam produksi musik semakin meluas. Salah satu contoh yang menjadi perhatian terjadi pada Juli 2026 lalu, ketika sebuah versi cover lagu "Like a Prayer" milik Madonna berada di posisi teratas tangga lagu Australia sebelum penggunaan vokal dan drum hasil AI dalam karya tersebut menjadi sorotan.
Fenomena serupa juga terlihat pada platform streaming. Spotify berencana menghadirkan penanda khusus bernama "AI Persona" untuk membantu pendengar mengetahui konten yang dibuat menggunakan AI, sementara Apple Music disebut menghadapi peningkatan signifikan jumlah unggahan yang sepenuhnya dibuat menggunakan teknologi tersebut.
Sejumlah organisasi industri musik juga mulai mendorong sistem pelabelan untuk karya yang dibuat dengan AI generatif. Langkah ini dinilai dapat membantu memberikan kejelasan kepada pendengar sekaligus membedakan karya yang sepenuhnya dihasilkan teknologi dengan musik yang tetap mengandalkan kreativitas manusia.
Aturan ARIA menjadi salah satu contoh bagaimana industri musik mulai mencari batas antara pemanfaatan teknologi dan karya manusia. Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, keberadaan musisi, pencipta lagu, produser, dan pelaku kreatif tetap menjadi bagian penting dalam menentukan identitas sebuah karya musik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....