Katy Perry Protes Gedung Putih Gunakan Lagu "Firework" untuk Video Serangan Militer
- 26 Jul 2026 17:08 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Penyanyi pop Amerika Serikat, Katy Perry, mengecam penggunaan lagunya yang berjudul Firework dalam unggahan video akun TikTok resmi Gedung Putih tanpa izin. Lagu tersebut digunakan sebagai latar video yang menampilkan rekaman serangan militer.
Mengutip laman Billboard, video yang diunggah akun TikTok Gedung Putih itu menampilkan cuplikan hitam putih operasi militer dengan bagian lirik "boom, boom, boom" dari lagu Firework. Unggahan tersebut disertai keterangan bertuliskan "Iran has been warned" yang berarti "Iran telah diperingatkan".
Melalui akun X miliknya, Perry mengaku terkejut sekaligus marah karena lagunya digunakan untuk mengiringi tayangan aksi militer. Ia menegaskan tidak pernah dimintai izin maupun memberikan persetujuan atas penggunaan lagu tersebut.
Perry menjelaskan, Firework diciptakan sebagai lagu yang membawa pesan harapan, pemulihan, dan kekuatan bagi orang-orang yang sedang menghadapi masa sulit. Menurutnya, penggunaan lagu itu untuk mengiringi adegan peperangan bertentangan dengan makna yang ingin disampaikan melalui karya tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa musik seharusnya menjadi sarana untuk menyatukan orang, bukan digunakan sebagai bagian dari narasi yang berkaitan dengan konflik bersenjata atau kekerasan.
Lagu Firework dirilis pada 2010 sebagai singel dari album Teenage Dream dan menjadi salah satu lagu paling sukses dalam karier Perry. Lagu tersebut sempat bertahan selama empat pekan di posisi puncak tangga lagu Billboard Hot 100.
Perry bukan satu-satunya musisi yang memprotes penggunaan karya mereka oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Sebelumnya, Ariana Grande mengkritik penggunaan lagunya Bye dalam video promosi penangkapan oleh ICE, sementara Kesha juga menyampaikan keberatan setelah lagunya Blow digunakan dalam video bertema operasi militer tanpa izin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....