The Dusty Rusty Rayakan Identitas lewat Mini Album Platipus Perdana
- 24 Jul 2026 16:24 WIB
- Bogor
Poin Utama
- The Dusty Rusty resmi memperkenalkan langkah baru dalam perjalanan musiknya melalui mini album perdana bertajuk Platipus
- The Dusty Rusty memadukan nuansa pop retro, rock and roll, serta rockabilly era 1950-an
- Mini album Platipus menjadi titik awal perjalanan panjang The Dusty Rusty untuk terus berkembang di industri musik
RRI.CO.ID, Bogor- The Dusty Rusty resmi memperkenalkan langkah baru dalam perjalanan musiknya melalui mini album perdana bertajuk Platipus yang dirilis pada Sabtu, 25 Juli 2026. Grup retro-pop asal Bogor yang digawangi Denrobay (vokal dan gitar), Kuray (gitar), Cupla (bass), serta Russel (drum) menghadirkan lima lagu yang menjadi penanda babak baru setelah sebelumnya hanya merilis sejumlah single. Mini album ini menjadi wujud eksplorasi musikal yang lebih utuh sekaligus memperkenalkan identitas mereka kepada penikmat musik yang lebih luas.
Melalui Platipus, The Dusty Rusty mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan anak muda. Lirik-liriknya berbicara tentang berbagai fase perjalanan emosional, mulai dari harapan dalam percintaan, kegelisahan, hingga proses pendewasaan. Semua kisah tersebut dikemas dengan bahasa yang lugas tanpa banyak permainan kata sehingga terasa mudah dipahami namun tetap memiliki makna yang kuat. Konsep ini menjadi salah satu ciri khas yang ingin dipertahankan oleh band dalam setiap karya mereka.
Dari sisi musikal, The Dusty Rusty memadukan nuansa pop retro, rock and roll, serta rockabilly era 1950-an dengan sentuhan produksi modern. Pengaruh album-album awal The Beatles terasa kental dalam karakter musik yang mereka hadirkan, namun tetap dikembangkan menjadi warna yang khas. Proses kreatif lagu-lagu di Platipus juga lahir dari sesi jamming yang kemudian disempurnakan saat memasuki tahap rekaman sehingga setiap lagu berkembang secara organik.
Pengerjaan mini album ini turut melibatkan produser Shena Ariyandi. Materi-materinya mulai dirancang sejak 2025 dan diselesaikan pada kuartal pertama 2026 di 13 Nadi Musik bersama Boy Mulyadi sebagai teknisi rekaman. Menurut para personelnya, proses produksi berlangsung cukup menantang karena kesibukan masing-masing anggota serta adanya perubahan aransemen yang terus dilakukan hingga mendekati tahap akhir rekaman demi mendapatkan hasil terbaik.
| Baca juga: Lirik Lagu IF I oleh Treasure |

Foto: Dok. 13 Nadi Musik
Tidak hanya menghadirkan konsep musikal yang matang, Platipus juga tampil kuat dari sisi visual. Artwork mini album ini menggandeng seniman desain grafis ternama asal Bogor, Bebe Wahyu, yang dipercaya menerjemahkan karakter unik Platipus ke dalam identitas visual. Kolaborasi tersebut memperkuat pesan yang ingin disampaikan The Dusty Rusty bahwa karya musik dan visual dapat saling melengkapi untuk membangun pengalaman yang lebih utuh bagi para pendengar.
Bagi The Dusty Rusty, Platipus bukan sekadar kumpulan lima lagu, melainkan sebuah narasi yang mengajak pendengar mengikuti perjalanan emosional seorang laki-laki muda. Dimulai dari kisah cinta yang tak terbalas, kenangan terhadap sebuah tempat, kritik terhadap hubungan yang tidak sehat, hingga proses coming of age, seluruh lagu dirancang saling terhubung. Band ini juga menegaskan bahwa mereka tidak berusaha mengejar tren, melainkan tetap konsisten menawarkan identitas musik yang lahir dari kecintaan terhadap warna musik lawas dengan pendekatan yang relevan bagi generasi sekarang.
Mini album Platipus menjadi titik awal perjalanan panjang The Dusty Rusty untuk terus berkembang di industri musik. Setelah perilisan ini, mereka telah menyiapkan showcase peluncuran yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang, disusul rangkaian tur ke sejumlah kota di Pulau Jawa. Melalui Platipus, The Dusty Rusty ingin membuktikan bahwa musik retro-pop masih mampu terdengar segar, otentik, dan memiliki tempat di tengah perkembangan musik Indonesia saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....