Tren Drama Korea Bertema Kekerasan Terus Naik, Ini Penjelasannya
- 24 Jul 2026 16:43 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Drama Korea bertema kekerasan dan balas dendam semakin banyak diminati penonton dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini memunculkan perdebatan di kalangan pakar mengenai penyebab meningkatnya popularitas genre tersebut, apakah mencerminkan kondisi sosial masyarakat atau hanya mengikuti perkembangan industri hiburan.
Dikutip dari The Korea Times, salah satu drama yang menjadi sorotan adalah Agent Kim Reactivated. Drama tersebut mengisahkan seorang mantan agen yang kembali beraksi untuk mengungkap hilangnya sang putri. Kesuksesan drama ini, yang mencatat rating tinggi di Korea Selatan, kembali memicu diskusi mengenai maraknya tayangan dengan tema kekerasan.
Profesor Shim Young-seob dari Kyung Hee University menilai meningkatnya minat terhadap drama bertema kekerasan berkaitan dengan kondisi sosial yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, tekanan ekonomi, ketidakpastian masa depan, dan meningkatnya rasa frustrasi membuat penonton lebih mudah terhubung dengan karakter yang melawan ketidakadilan melalui tindakan ekstrem. Tayangan semacam itu dinilai memberikan efek catharsis atau pelepasan emosi.
Pandangan berbeda disampaikan Profesor Yoon Seok-jin dari Chungnam National University. Ia menilai tren tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan kondisi psikologis masyarakat. Menurutnya, meningkatnya produksi drama bertema kekerasan lebih dipengaruhi oleh perubahan industri hiburan, terutama persaingan platform streaming yang mendorong rumah produksi menghadirkan cerita lebih intens dan menegangkan untuk menarik perhatian penonton global.
Yoon juga menjelaskan bahwa tema balas dendam bukan hal baru dalam drama Korea. Perbedaannya, produksi saat ini didukung kualitas sinematografi yang lebih baik, alur cerita yang lebih kompleks, serta penggambaran adegan aksi yang lebih realistis dibandingkan produksi pada era sebelumnya.
Perbedaan pandangan kedua akademisi tersebut menunjukkan bahwa belum ada kesimpulan pasti mengenai penyebab meningkatnya popularitas drama bertema kekerasan. Fenomena tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh kombinasi perubahan sosial dan strategi industri hiburan dalam memenuhi selera penonton.
Melalui berbagai sudut pandang tersebut, tren drama seperti Agent Kim Reactivated tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai hubungan antara karya budaya populer, dinamika masyarakat, dan perkembangan industri kreatif.
Profesor Shim Young-seob dari Kyung Hee University menilai meningkatnya minat terhadap drama bertema kekerasan berkaitan dengan kondisi sosial yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, tekanan ekonomi, ketidakpastian masa depan, dan meningkatnya rasa frustrasi membuat penonton lebih mudah terhubung dengan karakter yang melawan ketidakadilan melalui tindakan ekstrem. Tayangan semacam itu dinilai memberikan efek catharsis atau pelepasan emosi.
Pandangan berbeda disampaikan Profesor Yoon Seok-jin dari Chungnam National University. Ia menilai tren tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan kondisi psikologis masyarakat. Menurutnya, meningkatnya produksi drama bertema kekerasan lebih dipengaruhi oleh perubahan industri hiburan, terutama persaingan platform streaming yang mendorong rumah produksi menghadirkan cerita lebih intens dan menegangkan untuk menarik perhatian penonton global.
Yoon juga menjelaskan bahwa tema balas dendam bukan hal baru dalam drama Korea. Perbedaannya, produksi saat ini didukung kualitas sinematografi yang lebih baik, alur cerita yang lebih kompleks, serta penggambaran adegan aksi yang lebih realistis dibandingkan produksi pada era sebelumnya.
Perbedaan pandangan kedua akademisi tersebut menunjukkan bahwa belum ada kesimpulan pasti mengenai penyebab meningkatnya popularitas drama bertema kekerasan. Fenomena tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh kombinasi perubahan sosial dan strategi industri hiburan dalam memenuhi selera penonton.
Melalui berbagai sudut pandang tersebut, tren drama seperti Agent Kim Reactivated tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai hubungan antara karya budaya populer, dinamika masyarakat, dan perkembangan industri kreatif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....