PBB 2026 Satukan Musik Komunitas Kreativitas dalam Kebersamaan Bogor

  • 01 Jul 2026 08:36 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Selama dua hari penyelenggaraan pada 20–21 Juni 2026, PBB menghadirkan pengalaman yang lebih luas
  • Sebanyak 24 musisi lintas genre tampil di dua panggung utama selama festival berlangsung
  • Kesuksesan PBB '26 membuktikan bahwa festival musik dapat menjadi ruang yang menyatukan musisi, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat dalam semangat kolaborasi

RRI.CO.ID, Bogor - Guyuran hujan yang mengguyur kawasan Gelora Pakansari selama dua hari berturut-turut tidak menyurutkan antusiasme ribuan penonton yang memadati Pesta Bebas Berselancar (PBB) '26. Festival musik persembahan Memorise Fun Club yang mengusung tema "Selamat Datang Kembali" ini kembali menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya. Selama dua hari penyelenggaraan pada 20–21 Juni 2026, PBB menghadirkan pengalaman yang lebih luas dengan mempertemukan musisi, komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga para penikmat musik dalam satu perayaan.

Untuk pertama kalinya sejak digelar, PBB berlangsung selama dua hari penuh. Festival Commissioner PBB, Aditya Muhammad, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pengalaman yang lebih utuh kepada penonton sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi musisi, komunitas, dan berbagai kolaborasi kreatif untuk berkembang bersama. Penambahan durasi ini juga membuat rangkaian pertunjukan musik dan aktivitas komunitas semakin beragam.

Sebanyak 24 musisi lintas genre tampil di dua panggung utama selama festival berlangsung. Deretan penampil yang memeriahkan PBB '26 antara lain Tulus, Hindia, .Feast, Nadin Amizah, Reality Club, Sal Priadi, Perunggu, FSTVLST, The Adams, Ayu Ting Ting, Kelompok Penerbang Roket, Parade Hujan, Danilla Riyadi, Endah n Rhesa, The Panturas, Tarawangsa Wellas, Skandal, dan Swellow. Kehadiran para musisi tersebut menghadirkan warna musik yang beragam, mulai dari pop, folk, rock, hingga musik independen.

Selain penampilan reguler, PBB '26 menghadirkan sejumlah kolaborasi eksklusif yang hanya dapat disaksikan di festival ini. Senandung Penghujung Senja mempertemukan Parade Hujan, Danilla Riyadi, serta Endah n Rhesa dalam satu panggung yang penuh nuansa hangat. Sementara itu, The Panturas tampil bersama Tarawangsa Wellas dalam pertunjukan bertajuk Set Jepun, dan kolaborasi lintas kota Skandal x Swellow menjadi simbol pertemuan semangat musik independen dari Yogyakarta dan Bogor.

Senandung Penghujung Senja mempertemukan Parade Hujan, Danilla Riyadi, serta Endah n Rhesa dalam satu panggung.
Foto: Dok. PBB 2026

Tidak hanya menjadi panggung musik, PBB '26 juga memperluas ruang bagi komunitas kreatif melalui area Tengkulak Kalcer yang dikembangkan bersama Surau Creative. Berbagai pertunjukan seni seperti Halftime Show yang mempertemukan Teater Taat dari SMK 1 Tajurhalang dengan aksi fire dance sukses menarik perhatian pengunjung. Selain itu, terdapat penampilan musik reggae Bogor, karinding, rampak puisi, tari kontemporer, hingga kolaborasi black metal dan pantomim yang memperkaya pengalaman festival.

Festival ini juga memperkuat komitmennya terhadap inklusivitas dan keberlanjutan. Area prioritas bagi penyandang disabilitas dan ibu hamil kembali disediakan, sementara lebih dari 32 tenant UMKM lokal meramaikan Dermaga Kuliner sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif Bogor. Bersama Matters Project sebagai Waste Ranger, PBB berhasil mengelola sekitar 1,2 ton sampah selama dua hari penyelenggaraan sekaligus menghasilkan penghematan emisi karbon. Karya visual seniman Bogor Piqree, merchandise kolaboratif bersama Kelompok Penerbang Roket, Sukses Lancar Rejeki, dan The Panturas, serta instalasi interaktif dari P Dalam Gang turut melengkapi pengalaman pengunjung.

Kesuksesan PBB '26 membuktikan bahwa festival musik dapat menjadi ruang yang menyatukan musisi, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat dalam semangat kolaborasi. Antusiasme ribuan pengunjung yang tetap bertahan meski diguyur hujan menjadi bukti bahwa musik mampu menghadirkan kebersamaan yang kuat. PBB pun menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai festival yang relevan, inklusif, kreatif, dan selalu dinantikan setiap tahunnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....