Band Rock Sukabumi Angkat Kritik Sosial lewat Single Hitam

  • 28 Jun 2026 11:31 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Teriak Dari Selatan, kembali memperkenalkan karya terbarunya melalui single berjudul "Hitam"
  • Dalam proses kreatifnya, Teriak Dari Selatan menggandeng solois asal Sukabumi, Vhal Rasyid
  • "Hitam" direkam pada awal 2026 di Roomour Studio dengan Jamil Hasyani sebagai produser serta Firza Asusila yang menangani proses mixing dan mastering

RRI.CO.ID, Bogor- Band rock asal Kota Sukabumi, Teriak Dari Selatan, kembali memperkenalkan karya terbarunya melalui single berjudul "Hitam" yang resmi dirilis pada 26 Juni 2026. Lagu ini lahir dari keresahan para personelnya terhadap dinamika politik yang dinilai semakin menjauh dari semangat demokrasi. Melalui karya tersebut, mereka berupaya menghadirkan ruang refleksi mengenai kondisi sosial yang tengah dihadapi masyarakat, sekaligus menyuarakan pentingnya keadilan bagi seluruh warga negara.

Inspirasi utama lagu "Hitam" berasal dari semangat keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia yang selama bertahun-tahun konsisten menyuarakan tuntutan keadilan melalui aksi Kamisan. Keteguhan mereka menjadi simbol perjuangan yang diterjemahkan Teriak Dari Selatan ke dalam lirik-lirik penuh makna. Lagu ini tidak hanya menggambarkan kekecewaan terhadap situasi sosial-politik, tetapi juga mengajak pendengar untuk tetap peduli terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang belum terselesaikan.

Dalam proses kreatifnya, Teriak Dari Selatan menggandeng solois asal Sukabumi, Vhal Rasyid. Karakter vokalnya yang lembut berpadu dengan permainan gitar yang agresif, dentuman drum yang dinamis, serta lirik bernuansa puitis. Perpaduan tersebut menghasilkan warna musik yang emosional sekaligus memperkuat pesan kritik sosial yang ingin disampaikan kepada para pendengar.

Vokalis Teriak Dari Selatan, Rizki Januar, mengatakan bahwa lagu ini lahir dari pengamatan mereka terhadap meningkatnya fenomena represivitas aparat negara dan sikap arogan sebagian elite politik. Menurutnya, keberanian keluarga korban pelanggaran HAM yang terus berdiri setiap Kamis menjadi pengingat bahwa perjuangan menuntut keadilan tidak boleh berhenti meskipun waktu terus berjalan dan berbagai tantangan datang silih berganti.

Dari sisi musikalitas, "Hitam" menghadirkan pendekatan yang berbeda dibanding karya-karya sebelumnya. Drumer Rafi menjelaskan bahwa aransemen drum dalam lagu ini dibuat lebih variatif sehingga mampu mengikuti dinamika emosi yang dibangun sepanjang lagu. Dipadukan dengan karakter hard rock klasik dan sentuhan alternative rock modern melalui aransemen Jamil Hasyani, lagu ini menawarkan pengalaman mendengarkan yang kuat sekaligus sarat makna.

Single ini juga menjadi penanda arah baru perjalanan Teriak Dari Selatan. Bagi mereka, musik bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga medium untuk menyampaikan gagasan dan membuka ruang diskusi di tengah masyarakat. Pandangan tersebut diperkuat oleh bassis Melvern yang menilai musik rock memiliki fungsi untuk menggugah kesadaran, menantang rasa nyaman, dan membangkitkan semangat mereka yang mulai kehilangan harapan terhadap perubahan.

"Hitam" direkam pada awal 2026 di Roomour Studio dengan Jamil Hasyani sebagai produser serta Firza Asusila yang menangani proses mixing dan mastering. Melalui perilisan single ini, Teriak Dari Selatan berharap karya mereka dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk berpikir lebih kritis, berani menyampaikan pendapat, serta menjaga harapan akan masa depan yang lebih adil. Harapan tersebut sekaligus memperkuat identitas band yang sejak berdiri pada 2021 konsisten menghadirkan musik rock dengan lirik-lirik reflektif yang dekat dengan realitas sosial generasi masa kini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....