Berpadu Kenangan, Buitenjazz Meet The Legends Memukau Bogor

  • 25 Jun 2026 05:46 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Buitenjazz Meet The Legends menghadirkan pengalaman musikal yang melampaui sekadar konser
  • Keunikan konser ini terletak pada konsep artistiknya yang berani
  • Di balik kemegahan acara, terdapat kerja kolaboratif tim produksi yang berjalan dengan disiplin tinggi

RRI.CO.ID, Bogor- Sabtu malam, 20 Juni 2026, menjadi salah satu momen yang sulit dilupakan bagi para penikmat jazz di Kota Bogor. Bertempat di Grand Ballroom Puri Begawan, gelaran Buitenjazz Meet The Legends menghadirkan pengalaman musikal yang melampaui sekadar konser. Sejak lampu panggung mulai meredup, suasana haru dan antusias sudah terasa di antara ratusan penonton yang memadati ruangan. Banyak di antara mereka datang bukan hanya untuk menikmati musik, tetapi juga untuk bernostalgia bersama karya-karya yang telah menemani perjalanan hidup mereka selama puluhan tahun.

Mengusung tema “An Intimate Jazz Rendezvous”, acara yang digagas oleh Buitenfest di bawah arahan Event Director Nanang Yuswanto ini berhasil mempertemukan tiga nama besar musik Indonesia dalam satu perhelatan. Kehadiran Ermy Kullit, Deddy Dhukun, dan Mus Mujiono menjadi daya tarik utama yang membuat tiket pertunjukan hampir habis terjual. Bagi banyak penonton, momen ini terasa istimewa karena menjadi kali pertama ketiga legenda tersebut tampil dalam rangkaian acara yang sama di Kota Bogor.

Keunikan konser ini terletak pada konsep artistiknya yang berani. Alih-alih menempatkan seluruh musisi dalam satu latar panggung seragam, setiap penampil memperoleh ruang visual yang dirancang khusus sesuai karakter musikal mereka. Ermy Kullit membuka malam dengan nuansa jazz club klasik yang intim dan elegan. Atmosfer hangat berpadu dengan aransemen lagu-lagu legendarisnya, termasuk penampilan spesial pada lagu “Tergoda” yang diperkaya koreografi penari untuk memperkuat dimensi visual pertunjukan.

Kejutan berikutnya hadir saat pergantian segmen menuju penampilan Deddy Dhukun. Melalui teknik transisi panggung yang dirancang secara teatrikal, suasana berubah secara dramatis tanpa menghilangkan keterikatan emosional penonton. Konsep “The Luminous Realm” menghadirkan perpaduan visual LED, tata cahaya, dan unsur pertunjukan yang menyatu dengan lagu-lagu populer Deddy Dhukun. Penampilan tersebut berhasil menghidupkan kembali memori kolektif audiens melalui pengalaman yang dapat dirasakan bukan hanya melalui telinga, tetapi juga melalui penglihatan dan suasana ruang.

Sebagai penutup, Mus Mujiono tampil penuh energi melalui konsep “Urban Expression”. Sentuhan estetika industrial yang dipadukan dengan nuansa retro menjadi latar bagi delapan lagu andalannya. Meski telah berkarier selama puluhan tahun, kemampuan vokal dan permainan gitar khas Mus Mujiono tetap memukau. Penampilannya menjadi bukti bahwa kualitas seorang maestro tidak lekang oleh waktu dan masih mampu membangun hubungan emosional yang kuat dengan berbagai generasi penonton.

Suasana Buitenjazz Meet The Legends yang memukau.

Foto: Dok. Buitenjazz

Kesuksesan Buitenjazz Meet The Legends tidak berhenti ketika lampu panggung dipadamkan. Respons positif mengalir deras melalui berbagai kanal media sosial. Menariknya, antusiasme tersebut tidak hanya datang dari Bogor dan wilayah Jabodetabek, tetapi juga dari sejumlah kota besar lainnya. Banyak pecinta jazz yang berharap konsep serupa dapat hadir di daerah mereka. Fenomena ini menunjukkan masih besarnya kebutuhan akan pertunjukan musik berkualitas yang dikemas secara intim, matang, dan berkelas.

Di balik kemegahan acara, terdapat kerja kolaboratif tim produksi yang berjalan dengan disiplin tinggi. Show Director Agustinus Cahyono bersama Show Caller Bima Wilami memastikan setiap detail pertunjukan berlangsung presisi. Dukungan tata suara dari IMS Indonesia, tata cahaya dari RedSun Lighting, serta keterlibatan berbagai sponsor dan mitra turut menjadi fondasi keberhasilan acara. Bagi Buitenjazz, keberhasilan ini bukanlah titik akhir, melainkan langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak panggung yang merayakan karya para legenda musik Indonesia. Bogor menjadi saksi pertama dari perjalanan yang tampaknya masih akan terus berlanjut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....