Methosa Gandeng Rina Nose untuk Karya Terbaru ‘Biru Pink’

  • 11 Jun 2026 12:04 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Grup musik hip-hop asal Indonesia, Methosa, kembali menyapa penikmat musik dengan single terbaru berjudul Biru Pink. Lagu ini tidak sekadar menawarkan irama yang enerjik dan mudah diingat, tetapi juga menghadirkan kritik sosial yang tajam tentang hubungan manusia modern dengan uang dan status sosial.

Dalam karya terbarunya yang dirilis pada 8 Juni 2026, Methosa yang kini beranggotakan tiga personel, yakni Mansen Munthe (vokal), Raden Agung (synthesizer), dan Dami Mahardiwana (gitar), menggandeng komedian sekaligus penyanyi Rina Nose sebagai kolaborator. Kehadiran Rina Nose memberikan warna tersendiri pada lagu yang dikemas dengan energi teatrikal, liar, namun tetap dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Secara lirik, Biru Pink menggambarkan berbagai fenomena sosial yang akrab ditemui di tengah masyarakat. Mulai dari pendidikan yang kalah oleh privilese, politik yang digerakkan oleh modal, hukum yang dapat dibungkam, hingga budaya konsumtif yang mendorong seseorang untuk terus mengejar pengakuan sosial. Semua itu dibungkus dalam lirik repetitif dan agresif yang menyerupai teriakan massa.

Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian adalah kalimat, “Aku segel mulut kamu pakai biru-biru pink.” Ungkapan tersebut menjadi simbol bagaimana uang sering kali dianggap mampu membeli diam, meredam kritik, bahkan memengaruhi keputusan yang seharusnya lahir dari pertimbangan moral dan keadilan.

Meski terdengar catchy dan menghibur, Biru Pink menyimpan pesan yang cukup dalam. Lagu ini menyoroti kecenderungan manusia modern yang terus berusaha terlihat sukses di hadapan orang lain. Di balik citra tersebut, tidak sedikit yang sebenarnya sedang berjuang menghadapi tekanan finansial, utang, hingga masalah kesehatan mental yang jarang terlihat di permukaan.

Methosa juga menyinggung bagaimana kemampuan ekonomi kini kerap menjadi tolok ukur dalam menentukan posisi sosial seseorang. Penghargaan terhadap nilai kemanusiaan perlahan tergeser oleh berbagai standar yang membedakan antara mereka yang dianggap mampu dan tidak mampu. Kondisi ini menciptakan tekanan sosial yang semakin besar, terutama di era digital ketika pencapaian hidup mudah dipamerkan melalui media sosial.

Namun demikian, Methosa tidak memilih pendekatan yang menggurui. Lewat satir dan ironi, mereka memberikan ruang bagi pendengar untuk menafsirkan sendiri pesan yang ingin disampaikan. Biru Pink tidak hanya berbicara tentang uang, melainkan juga tentang bagaimana manusia perlahan menjadi bergantung pada sesuatu yang sebenarnya mereka ciptakan sendiri.

Di penghujung lagu, muncul pertanyaan sederhana, “You need help?” Kalimat tersebut menjadi penutup yang sarat makna. Di tengah dunia yang terus bergerak mengejar "biru pink", banyak orang sebenarnya sedang kelelahan dan membutuhkan pertolongan. Melalui lagu ini, Methosa mengajak pendengar untuk sejenak berhenti, berefleksi, dan mempertanyakan kembali apakah uang masih menjadi alat untuk hidup, atau justru telah menjadi tujuan hidup itu sendiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....