"Unapologetic" Jadi Titik Balik Baru Karier Musik Dikta
- 23 Mei 2026 13:45 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Kembalinya Dikta ke industri musik menjadi momen yang cukup dinanti
- EP bertajuk “Unapologetic”, sebuah proyek yang tidak hanya menandai comeback, tetapi juga memperlihatkan arah baru dalam perjalanan bermusiknya yang lebih berani dan personal.
- Perilisan “Unapologetic” menjadi penanda penting dalam fase baru karier Dikta
RRI.CO.ID, Bogor- Kembalinya Dikta ke industri musik menjadi momen yang cukup dinanti setelah sempat merilis karya dalam jumlah terbatas sepanjang tahun lalu. Kini, ia hadir kembali lewat EP bertajuk “Unapologetic”, sebuah proyek yang tidak hanya menandai comeback, tetapi juga memperlihatkan arah baru dalam perjalanan bermusiknya yang lebih berani dan personal.
Dalam keterangan resmi yang dirilis, “Unapologetic” bukan sekadar judul, melainkan representasi utuh dari kondisi emosional dan proses kreatif yang dijalani Dikta. Ia mengaku menjalani seluruh pengerjaan EP ini dengan penuh kesadaran dan keyakinan. “Gua happy dengan EP yang baru ini. Gua bener-bener ngasih 100% yang ada di gua untuk EP ini,” ungkapnya, menegaskan bahwa tidak ada penyesalan dalam setiap keputusan artistik yang diambil.
EP ini terdiri dari enam lagu yang menampilkan sisi musikal Dikta yang belum sepenuhnya tereksplor sebelumnya. Meski tidak seluruhnya eksperimental, beberapa lagu menjadi ruang eksplorasi baru bagi dirinya untuk menghadirkan warna musik yang selama ini ingin ia wujudkan. Hasilnya, karya ini terasa berbeda dari rilisan sebelumnya, baik dari segi musikalitas, pendekatan lirik, hingga emosi yang dibangun.
Salah satu lagu yang menjadi fokus utama adalah “Stop Bilang Iya”, yang mengangkat isu tentang kecenderungan menjadi people pleaser. Melalui lagu tersebut, Dikta menyampaikan pesan sederhana namun relevan: berani berkata “tidak” adalah bentuk keberanian untuk menjaga diri sendiri. “Kalau ‘iya’ terus ya capek aja,” ujarnya, menyoroti realitas yang dekat dengan kehidupan banyak orang.
Dari sisi penulisan, EP ini juga terasa lebih intim karena banyak terinspirasi dari pengalaman pribadi Dikta. Ia menuangkan cerita tentang kehidupan, hubungan keluarga, hingga refleksi diri yang sebelumnya jarang ia tampilkan secara terbuka. Hal ini membuat “Unapologetic” terasa lebih jujur dan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan pendengar.
Menariknya, proses produksi EP ini berlangsung cukup singkat, hanya sekitar dua bulan. Di balik durasi tersebut, terdapat tekanan deadline yang cukup tinggi, terlebih karena jadwal produksi sempat terganggu oleh libur Lebaran. Kondisi ini membuat seluruh tim harus bekerja ekstra keras, bahkan hingga kurang tidur, demi memastikan proyek ini selesai tepat waktu. Meski melelahkan, Dikta justru menganggapnya sebagai pengalaman yang seru dan penuh tantangan.
Perilisan “Unapologetic” menjadi penanda penting dalam fase baru karier Dikta. Setelah melalui masa jeda untuk mengevaluasi diri dan arah bermusiknya, kini ia merasa telah menemukan jawaban yang selama ini dicari. Ke depan, Dikta berencana untuk kembali aktif merilis karya secara berkala, bahkan membuka kemungkinan untuk merangkum semuanya dalam sebuah album penuh. EP ini bukan hanya sekadar comeback, tetapi juga simbol transformasi seorang musisi yang kini tampil lebih jujur, berani, dan tanpa kompromi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....