Pesona Sapaan Istana dalam Drama Korea Selatan
- 22 Apr 2026 08:44 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Drama Korea bertema kerajaan atau sageuk selalu punya daya tarik tersendiri, bukan hanya dari kostum megah dan intrik politiknya, tetapi juga dari cara para tokohnya saling menyapa. Panggilan-panggilan ini bukan hanya formalitas, melainkan cerminan struktur sosial yang ketat di era Dinasti Joseon. Bagi penonton, memahami istilah ini bisa membuat pengalaman menonton jadi lebih hidup dan bermakna.
Menariknya, nuansa ini kembali terasa kuat dalam drama terbaru Perfect Crown yang dibintangi IU dan Byeon Woo-seok. Meski berlatar monarki modern abad ke-21, drama ini tetap menghidupkan tradisi sapaan khas kerajaan yang membuat penonton serasa masuk ke dunia istana klasik, dengan sentuhan modern.
Bahasa Kekuasaan dalam Drama Sageuk
Dalam drama sageuk seperti Moon Lovers, The Red Sleeve, hingga kini Perfect Crown, panggilan bukan hanya formalitas namun juga “bahasa kekuasaan” yang menentukan siapa berada di atas dan siapa harus tunduk.
- Raja
Salah satu panggilan paling ikonik tentu ditujukan kepada raja. Dalam banyak drama seperti Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo atau The Crowned Clown (2016), raja biasanya dipanggil “Jeonha” (전하) oleh para pejabat dan rakyat. Sebutan ini menunjukkan penghormatan tertinggi, setara dengan menyebut “Yang Mulia”. Kadang juga digunakan “Pyeha” (폐하) seperti dalam drama The King: Eternal Monarch (2020), terutama dalam konteks yang lebih formal. - Putra Mahkota
Untuk putra mahkota, panggilan yang digunakan adalah “Jeoha” (저하). Gelar ini menandakan statusnya sebagai pewaris takhta, satu tingkat di bawah raja. Dalam drama seperti Love in the Moonlight (2016), sapaan ini sering terdengar dalam interaksi antara putra mahkota dan para dayang atau pejabat istana. - Ibu Suri
Sementara itu, ibu suri, ibu dari raja yang sedang berkuasa, disebut “Daebi Mama” (대비마마). Sosok ini biasanya memiliki pengaruh besar di dalam istana, bahkan tak jarang menjadi pemain utama dalam konflik politik. Hal ini bisa dilihat dalam drama seperti Dong Yi (2010), di mana peran ibu suri sering menentukan arah kekuasaan. - Permaisuri atau Ratu
Untuk permaisuri atau ratu, panggilannya adalah “Jungjeon Mama” (중전마마). Ia adalah istri resmi raja dan simbol kehormatan tertinggi di antara para perempuan istana. Dalam beberapa cerita, hubungan antara ratu dan selir menjadi sumber konflik emosional sekaligus politik yang kompleks. - Putri Mahkota
Berikutnya, putri mahkota, istri dari putra mahkota, dipanggil “Seja Bin Mama” (세자빈마마). Meskipun posisinya belum setinggi ratu, ia tetap memiliki status yang sangat dihormati. Dalam banyak sageuk, karakter ini sering digambarkan berada di tengah tekanan besar, antara menjaga citra kerajaan dan menghadapi intrik istana. - Pangeran
Untuk pangeran, terutama anak laki-laki raja selain putra mahkota, digunakan panggilan “Gun” (군). Seperti di drama Perfect Crown Pangeran Ian yang diperankan oleh Byeon Woo-seok dipanggil "Daegun" (대군) yang artinya Pangeran Agung. - Putri
Sedangkan putri kerajaan biasanya disebut “Gongju Mama” (공주마마) jika ia adalah anak dari ratu, atau “Ongju” (옹주) jika lahir dari selir. Perbedaan ini menunjukkan betapa ketatnya hierarki bahkan dalam hubungan keluarga. - Kasim
Tak kalah menarik, peran kasim juga memiliki panggilan khusus, yakni “Nae Gwan” (내관) atau "Naesi" (내시). Mereka adalah pelayan laki-laki istana yang bertugas mendampingi raja atau anggota keluarga kerajaan. Meski sering dianggap sebagai karakter pendukung, kasim kerap menjadi sosok kepercayaan yang mengetahui banyak rahasia istana. - Dayang
Sementara itu, dayang istana dipanggil “Sanggung” (상궁). Dalam drama seperti Jewel in the Palace (2003), kehidupan para dayang justru menjadi sorotan utama, menampilkan sisi lain dari kehidupan istana yang penuh aturan dan perjuangan.
Pada akhirnya, panggilan-panggilan ini bukan hanya sebagai istilah kuno, melainkan jendela untuk memahami budaya, etika, dan struktur sosial Korea di masa lalu. Lewat dialog-dialog yang sarat makna, drama sageuk berhasil menghadirkan nuansa sejarah yang terasa dekat, seolah mengajak penonton ikut masuk ke dalam kehidupan istana yang penuh dinamika.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....