MrBeast Jawab Isu Konspirasi Kolaborasi Rockefeller Foundation

  • 21 Feb 2026 09:24 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Nama Youtuber fenomenal, MrBeast kembali menjadi perbincangan setelah beredar teori konspirasi yang mengaitkan dirinya dengan Rockefeller Foundation. Isu tersebut mencuat usai konten kolaboratif yang dinilai sebagian warganet sebagai bagian dari agenda tersembunyi kelompok elite global. Tuduhan itu ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Menanggapi kabar tersebut, MrBeast secara terbuka menyampaikan bantahannya. Ia menyebut narasi konspirasi yang berkembang sebagai sesuatu yang tidak berdasar dan bahkan terasa lucu. Baginya, kolaborasi yang dilakukan murni bertujuan eksplorasi inovasi dan edukasi, bukan bagian dari skenario besar seperti yang ditudingkan.

Kontroversi ini bermula dari kunjungannya ke perusahaan teknologi pangan Upside Foods. Dalam kontennya, ia menyoroti proses produksi daging ayam berbasis kultur sel yang dikembangkan melalui bioreaktor tanpa proses penyembelihan hewan. Inovasi tersebut dipresentasikan sebagai alternatif ramah lingkungan dan etis.

Dalam penjelasannya, MrBeast mengaku terkesan dengan teknologi tersebut. Ia menyebut rasa produk yang dicicipinya tidak berbeda dengan daging konvensional. Konten itu pun dikemas dengan gaya khasnya: eksploratif, ringan, dan mengundang rasa penasaran audiens.

Namun, reaksi publik tidak sepenuhnya positif. Sebagian warganet mendukung langkah tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi keberlanjutan. Di sisi lain, ada pula yang menilai keterlibatan tokoh besar dan lembaga filantropi global sebagai sesuatu yang patut dicurigai.

Perdebatan ini mencerminkan dinamika baru di era digital, ketika figur publik memiliki pengaruh besar terhadap opini masyarakat. Setiap kolaborasi atau dukungan terhadap inovasi tertentu dapat dengan cepat dipelintir menjadi narasi spekulatif, terlebih jika menyentuh isu pangan dan teknologi masa depan.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, MrBeast menegaskan komitmennya pada kebebasan memilih dan transparansi. Ia tidak memaksakan pandangan, melainkan membuka ruang diskusi tentang alternatif pangan yang lebih berkelanjutan. Pada akhirnya, publiklah yang menentukan sikap, sementara ia tetap fokus pada konten kreatif yang mengedukasi dan menghibur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....