​Jejak Emas Penulis Lagu Era 90-an yang Tak Lekang oleh Waktu

  • 22 Nov 2024 21:52 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Era 90-an menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah musik Indonesia. Lagu-lagu yang lahir pada masa ini tidak hanya menjadi hits di masanya tetapi juga meninggalkan jejak abadi hingga kini. Berikut ini beberapa nama besar penulis lagu yang karyanya mendominasi era 90-an dan memberikan pengaruh besar pada perkembangan musik Tanah Air.


1. Indra Lesmana

Indra Lesamana (Foto: Ubud Writers Festival)

Dikenal sebagai musisi jazz, Indra Lesmana juga sukses mencetak lagu-lagu komersial yang ikonis. Kolaborasi duetnya dengan Titi DJ menghasilkan hits seperti “Ekspresi” (1988) dan “Dunia Boleh Tertawa” (1989). Ia juga berduet dengan Sophia Latjuba dalam lagu “Hanya Untukmu” (1992) dan “Tiada Kata” (1994). Bersama grup Krakatau, Indra melahirkan karya seperti “Kau Datang” (1988) dan “Lasamba Primadona” (1987).


Pada 1997, ia menggandeng Gilang Ramadhan untuk lagu “Selamat Tinggal”. Hits lainnya adalah “Aku Ingin” (1990) yang ia bawakan sendiri dan “Aku Rindu” (1994) bersama Ismi Azis. Di awal 2000-an, Indra juga menjadi bagian dari album “Kinanti” milik Andien, menunjukkan fleksibilitasnya sebagai komposer lintas zaman.


2. Chossy Pratama

Chossy Pratama (Foto: Youtube Chossy Pratama)

Nama Chossy Pratama meroket saat sinetron mulai menjamur di televisi. Di era 90-an, sinetron mengandalkan soundtrack orisinal, dan Chossy adalah sosok di balik banyak lagu tema yang ikonis. Lagu seperti “Janjiku” (Paramitha Rusady, OST Janjiku - 1995) dan “Tersanjung” (Retno Susanty, OST Tersanjung - 1995) menjadi sangat populer.


Selain soundtrack, Chossy juga menciptakan lagu non-sinetron seperti “Asmara” (1997) dan “Cinta” (1998) yang dinyanyikan Novia Kolopaking. Dengan perpaduan antara musikalitas dan lirik emosional, karya Chossy menjadi bagian tak terpisahkan dari era keemasan musik Indonesia.


3. Katon Bagaskara

Katon Bagaskara (Foto: instagram/ @katonbagaskara)

Katon Bagaskara dikenal sebagai penyair dalam dunia musik. Lirik-liriknya yang puitis dan romantis membawa nuansa berbeda dalam lagu-lagunya. Bersama grup KLA Project, Katon menciptakan karya monumental seperti “Tak Bisa ke Lain Hati” dan “Yogyakarta”. Lagu solonya, seperti “Dinda Di Mana” dan “Cinta Putih”, menunjukkan kepiawaiannya dalam mengolah kata dan melodi.


Katon sering menggunakan kosakata klasik yang jarang ditemukan dalam lagu pop, membuat setiap karyanya terasa istimewa. Dengan perpaduan musikalitas dan kepekaan sastra, lagu-lagunya terus dikenang lintas generasi.


4. Younky Soewarno

Younky Soewarno (Foto: Instagram Younky Soewarno)

Sebagai komposer, Younky Soewarno memiliki peran besar dalam membentuk karir dua diva Indonesia, Krisdayanti (KD) dan Rossa. Bersama Christ Pattikawa, Younky membantu KD menjuarai Asia Bagus pada 1992. Sementara itu, album “Nada-nada Cinta” (1998) yang ia garap menjadi awal kesuksesan Rossa.


Younky juga menjadi produser dan komposer utama bagi trio AB Three dalam album debut “Cintailah Aku” (1995). Lagu daur ulang seperti “Terserah Boy” (OST Catatan Si Boy) juga ia gubah ulang dalam versi berbahasa Inggris berjudul “Get Into the Heat”. Selain itu, lagu-lagu seperti “Jerat-jerat Cinta” (Trio Libels - 1992) dan “Izinkanlah” (Nike Ardilla - 1991) menegaskan posisi Younky sebagai komposer papan atas.


Para penulis lagu di era 90-an ini tidak hanya menciptakan hits tetapi juga memberikan pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Dengan gaya dan ciri khas masing-masing, mereka melahirkan karya yang tetap relevan dan dicintai hingga kini. Karya-karya mereka tidak sekadar menjadi hiburan tetapi juga membentuk identitas musik Indonesia yang kaya dan berwarna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....