81 Tahun Indonesia Merdeka Menurut Mereka, dari Pasar hingga Ruang Kuliah

  • 13 Agt 2026 10:46 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, makna kemerdekaan masih dirasakan berbeda oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
  • Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi, kemerdekaan masih menjadi perjalanan yang terus diperjuangkan dalam kehidupan sehari-hari.

RRI.CO.ID, Bogor - Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, makna kemerdekaan masih dirasakan berbeda oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Bagi pedagang, ibu rumah tangga, dan mahasiswa, kemerdekaan berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup, memperoleh pendidikan, serta membangun kemandirian ekonomi.

Bagi Bu Khalifah, pedagang yang telah berjualan sejak 2000, kemerdekaan masih berkaitan dengan perjuangan mempertahankan usaha di tengah kenaikan harga bahan pokok.

“Kalau mau bilang untung mah, pas-pasan lah, ikut makan, ya berputar cuma muter doang,” kata Bu Khalifah, Kamis 13 Agustus 2026.

Kondisi harga bahan baku yang meningkat membuat pedagang kecil harus mencari cara agar usahanya tetap berjalan dan harga jual tetap dapat dijangkau masyarakat. Bagi Bu Khalifah, kemampuan bertahan dari hasil usaha menjadi bagian dari gambaran kemerdekaan yang dirasakan sehari-hari.

Sementara itu, Bu Fani melihat kemerdekaan dari sisi pendidikan anak dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sekolah.

“Sekolah-sekolah mau swasta, mau negeri, gratisin aja, dari SD sampai SMA, nggak ada pungutan apapun,” ujarnya.

Menurut Bu Fani, kemudahan memperoleh pendidikan dapat mengurangi beban keluarga sekaligus memberikan kesempatan lebih besar bagi anak-anak untuk meraih masa depan. Harapan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kemerdekaan juga berkaitan dengan akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Di kalangan mahasiswa, kemerdekaan memiliki makna yang lebih dekat dengan kemandirian finansial dan kemampuan menentukan pilihan hidup.

Salah seorang mahasiswa Bogor, Rizki menyebut kemerdekaan ekonomi sebagai kondisi ketika anak muda mampu memiliki penghasilan sendiri dan tidak terus bergantung kepada orang tua.

"Kemandirian tersebut menghadapi tantangan berupa persaingan di dunia kerja dan perubahan teknologi yang semakin cepat. Iqbal, mahasiswa lainnya, mengaku khawatir dengan peluang kerja setelah lulus karena persyaratan pekerjaan semakin beragam dan perkembangan kecerdasan buatan mulai memengaruhi sejumlah sektor industri," tandasnya.

Meski menghadapi kekhawatiran, generasi muda tetap memiliki harapan terhadap masa depan yang lebih baik. Rizki berharap anak muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mendapatkan ruang dan dukungan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Makna kemerdekaan akhirnya tidak berhenti pada satu ukuran karena setiap generasi merasakannya dari persoalan yang berbeda. Dari pasar, kemerdekaan berbicara tentang keberlangsungan usaha, dari rumah tentang pendidikan anak, sedangkan dari ruang kuliah tentang pekerjaan dan kemandirian ekonomi.

Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi, kemerdekaan masih menjadi perjalanan yang terus diperjuangkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari pasar hingga ruang kuliah, kemerdekaan berarti kesempatan untuk hidup lebih layak, memperoleh pendidikan, mendapatkan pekerjaan, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri. (PKL RRI Bogor)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....