Cahaya Nuzulul Quran Menuntun Umat Sepanjang Zaman

  • 08 Mar 2026 15:50 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Bulan suci Ramadan kembali menghadirkan momentum spiritual bagi umat Islam melalui peringatan Nuzulul Quran, peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Momen ini menjadi pengingat bahwa Alquran diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia dan menjadi cahaya peradaban hingga akhir zaman.

Pada Jumat, 6 Maret 2026, umat Islam di berbagai daerah memperingati Nuzulul Quran dengan doa, tadarus, serta kajian keislaman. Peringatan ini merujuk pada peristiwa turunnya wahyu pertama Surah Al-Alaq ayat 1–5 kepada Rasulullah melalui Malaikat Jibril di Gua Hira pada malam 17 Ramadan.

Dalam sejarah Islam, peristiwa tersebut menandai dimulainya risalah kenabian Nabi Muhammad SAW. Alquran kemudian diturunkan secara bertahap selama sekitar 23 tahun sebagai pedoman kehidupan bagi umat manusia.

Dekan Fakultas Ekonomi Islam Universitas Islam Bogor, Buchori Muslim, mengatakan Nuzulul Quran menjadi bukti kebesaran Allah SWT melalui mukjizat yang diberikan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Menurutnya, turunnya Alquran menjadi ajaran kebenaran yang membawa petunjuk bagi seluruh alam semesta.

“Alquran turun sebagai mukjizat terbesar Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang membawa kebenaran bagi umat manusia dan menjadi pedoman kehidupan bagi seluruh alam,” kata Buchori Muslim.

Ia menambahkan bahwa peristiwa turunnya wahyu pertama di bulan Ramadan juga mengajarkan umat Islam untuk menjaga hubungan dengan Alquran melalui membaca, memahami, dan mengamalkannya. Menurutnya, ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW selama lebih dari 14 abad tetap relevan hingga akhir zaman.

“Saat wahyu pertama turun di bulan ramadan ketika umat muslim berpuasa, itu menjadi pengingat agar kita terus menjaga alquran dan mengikuti ajaran nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yang telah diwariskan kepada umat manusia hingga akhir nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Ghazali Kabupaten Bogor, Domiri Gazali, menilai Alquran memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menyebut kandungan Alquran bukan hanya mengajarkan akhlak, tetapi juga memberikan dasar pengetahuan bagi berbagai aspek kehidupan.

“Alquran sangat penting bagi pendidikan mental dan spiritual generasi muda karena di dalamnya terdapat nilai ilmu pengetahuan, akhlak, dan petunjuk kehidupan yang harus dipahami oleh generasi penerus bangsa,” kata Domiri Gazali.

Sementara itu, Ketua Muhammadiyah Kota Bogor, Maizar, menambahkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran juga menjadi dasar pengembangan hukum Islam yang tetap relevan di berbagai zaman. Ia menilai ajaran tersebut mampu menjadi solusi bagi persoalan moral dan spiritual generasi muda saat ini.

“nilai hukum dan ajaran dalam alquran harus terus dikembangkan secara bijak agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan menjadi obat bagi krisis moral serta spiritual generasi muda,” ujar Maizar.

Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor, Edi Nurokhman, menegaskan bahwa Alquran merupakan landasan utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, selama manusia berpegang teguh pada Alquran, maka individu maupun suatu bangsa tidak akan tersesat dalam menjalani perjalanan hidupnya.

“alquran adalah landasan hukum dan pedoman hidup bagi umat manusia. selama seseorang atau suatu bangsa berpegang teguh pada alquran, insyaallah tidak akan pernah tersesat,” ujarnya.

Peringatan Nuzulul Quran di bulan Ramadan pun menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Umat Islam diajak untuk terus membaca, memahami, serta mengamalkan Alquran sebagai bekal amal saleh yang kelak menjadi penuntun menuju keselamatan di akhirat

Rekomendasi Berita