Sambal Nusantara Punya Peluang Tembus Pasar Global

  • 29 Sep 2026 20:40 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Bagi sebagian masyarakat Indonesia, sambal menjadi pelengkap yang sulit dipisahkan dari berbagai hidangan. Kebiasaan mengonsumsi makanan dengan cita rasa pedas turut membuka peluang ekonomi bagi produk sambal, baik di pasar dalam negeri maupun mancanegara.

Mengutip informasi Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, data GlobalData mencatat nilai pasar sektor bumbu dan saus di Indonesia, termasuk sambal, mencapai US$3,4 miliar pada 2019. Data tersebut menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi pada sektor produk bumbu dan saus di Indonesia.

Potensi sambal tidak hanya terlihat dari pasar domestik. Produk olahan berbahan cabai tersebut juga telah menjadi bagian dari komoditas pangan Indonesia yang dipasarkan ke luar negeri.

Pada 2013, volume ekspor sambal Indonesia tercatat mencapai 350 ton. Angka tersebut meningkat 197 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu produk yang diminati pasar internasional saat itu adalah sambal pecel, yang mencatat nilai ekspor sekitar US$1,6 juta atau sekitar Rp17,5 miliar.

Minat pasar internasional terhadap sambal juga terlihat dalam Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) ke-36. Dalam ajang perdagangan tersebut, sambal termasuk salah satu produk yang mendapat perhatian dari pembeli atau buyer dari berbagai negara.

Selain sambal, sejumlah produk pangan Indonesia seperti kopi dan santan juga menjadi komoditas yang diminati dalam pameran tersebut. Secara keseluruhan, TEI-DE ke-36 mencatat nilai transaksi sebesar US$3,99 miliar atau sekitar Rp57 triliun.

Perkembangan pasar tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk sambal agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen di pasar yang lebih luas. Peningkatan kualitas dapat dilakukan melalui perbaikan proses produksi, pengemasan, keamanan pangan, serta pemenuhan standar yang berlaku di negara tujuan ekspor.

Dengan penguatan kualitas dan standar produk, sambal sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara memiliki ruang untuk terus dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi. Peluang tersebut sekaligus dapat mendorong pelaku UMKM memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk pangan olahan Indonesia di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....