UMKM Kabupaten Bogor Didorong untuk Naik Kelas
- 25 Jun 2026 03:49 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) kini sudah berganti status. Bukan lagi mereka yang berdagang di pinggir jalan dan menjual makanan atau minuman dengan tampilan sederhana. Namun lebih dari itu kehadiran mereka juga ada pada sector lain dengan kapasitas modal di hingga Rp 2 Milyar, Sebutannya pun secara resmi berganti menjadi Pengusaha UMKM bukan lagi Pelaku UMKM.
Dikabupaten Bogor tercatat ada 4 Ratus ribu 44 ribu pelaku UMKM yang terdaftar di bawah binaan Dinas Koperasi dan UMKM. Jumlah yang sangat besar itupun menjadi pilar ekonomi bagi masyarakat dan pembangunan di tingkat daerah bahkan dari sector UMKM ini jalan keluar dalam program pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrim.
Besarnya potensi ekonomi itupun harus ditata secara lebih presisi seperti di ungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana dalam bincang Asta Cita di pro 1 RRI Bogor Rabu 24 Juni 2026 pagi.
"Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor menjalankan beberapa langkah konkret sepanjang tahun 2026 ini guna memastikan para pelaku usaha mikro bertransformasi secara optimal, Melalui program CSR PT Boga Karya Siliwangi (Siliwangi Bolu Kukus), Pemkab Bogor memfasilitasi puluhan produk UMKM terpilih untuk masuk ke jaringan penjualan ritel mereka. Siliwangi kini telah menampung sekitar 300 item produk lokal tanpa memungut biaya sepeser pun dari para pelaku usaha," ujar Iman Wahyu Budiana.
Kemudahan dalam proses perizinan untuk berusaha serta sertifikasi halal menjadi hal penting yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM. Termasuk memberikan ruang aktivitas niaga dalam momen Car Free Day di Jalan Tegar Beriman dan Lingkar Stadion Pakansari setiap libur akhir pekan.
Sektor usaha Food and Baverage (FnB) masih menjadi potensi unggulan bagi pengusaha UMKM di Kabupaten Bogor , Salah satu produsen bolu siliwangi Rizal yang menjadi salah satu bapak asuh dari pengusaha UMKM juga mengingatkan pentingya izin dan sertifikat untuk membesarkan usahanya.
"Produk Naik Kelas Gratis: Diikuti oleh 43 pelaku UMKM terbaik yang lolos kurasi ketat. Seluruh pembiayaan stan ditanggung oleh CSR Siliwangi Bolu Kukus, sehingga para Pengusaha UMKM tidak harus mengeluarkan biaya sepeser pun,termasuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengembangkan bisnis dari level yang paling kecil," tambah Rizal.
Pentingya legalitas dan sertifikat layak konsumsi adalah kewajiban yang disyaratkan untuk usaha tersebut maju dan berkembang. Dalam Gebyar Siliwangi dan Gebyar UMKM Kabupaten Bogor pada 27 Juni hingga 5 juli 2026 nanti mengundang para Pengusaha UMKM untuk hadir. Mereka akan dibukakan akses baik permodalan serta pasar dan lingkungan dan ekosistim usaha melalui forum UMKM , Forum IKM serta organisasi sejenis menjadi ruang hadirnya Negara menjangkau bisnis mereka dan Naik Kelas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....