Produksi Yoghurt di Ciawi Menjadi Percontohan IKM Mandiri

  • 23 Mei 2026 01:05 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Sebuah Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Desa Ciawi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor menjadi perhatian Yayasan Astra untuk mendorong pertumbuhan usahanya pada level nasional. Melalui program “Bersinergi untuk Masa Depan Lintas Generasi Generasi UMKM Indonesia", produksi usaha susu fermentasi (yoghurt) UMKM yang memproduksi yoghurt dengan merek dagang Yess Yoghurt di bangun sejak 2016 lalu kini mampu memproduksi 100 liter susu perhari.

Usaha yang dibangun dibawah PT Bogor Sari Nutrisi tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan setelah menjadi bagian dalam program pengentasan stunting di Cianjur Jawa Barat.

Manajer PT. Bogor Sari Nutrisi Maulita Putri Darmawati mengatakan, usaha tersebut dirintis oleh ibunya dalam skala home industry. Namun berkat ketekunan dan konsistensi, usaha keluarga itu akhirnya berkembang menjadi perusahaan yang mempekerjakan hampir 15 orang warga sekitar.

“Ketua RT di sini bahkan ikut menjadi bagian dari tim kerja kami, berdiri sejak 2012 dan mulai ditekuni pada 2016 sebuah Industri rumahan dari hanya pasar lokal, kini merambat hingga Jabodetabek” ujar Maulita , Kamis 21 Mei 2026.

Sementra itu, Plt Camat Ciawi, Denny Kuswara, mengatakan bahwa sinergi antar pelaku usaha dan pemerintah menjadi langkah penting dalam membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Ia menegaskan bahwa UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar.

“Kami sangat mendukung program IKM yoghurt ini karena mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus memberdayakan generasi muda untuk terjun ke dunia wirausaha,” ujar Denny Kuswara.

Meski bahan baku susu relatif mudah diperoleh dari kawasan Puncak yang dikenal sebagai sentra peternakan sapi perah, pihaknya mengaku sempat mengalami kendala pasokan menjelang Idul Adha. Pengelola berharap nantinya produk yang dihasilkannya itu dapat diterima ke pasar ritel modern dan bersaing dengan merk yoghurt sejenis.

Ke depan diharapkan produk lokal yang dikembangkannya dapat semakin terlibat dalam berbagai program pemerintah, tidak hanya Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga program lainnya yang berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....