Kisah Inspiratif UMKM Bogor Hadapi Persaingan

  • 30 Sep 2025 18:46 WIB
  •  Bogor

KBRN,Bogor: Program Mozaik Indonesia RRI Bogor pada Senin, 29 September 2025, menghadirkan Nurlida Dwianisa, pelaku UMKM kuliner asal Bogor dengan merek Pasakan Neng Lida. Usaha rumahan ini dikenal lewat sambal paru, sambal cumi, serta camilan Kenmus Kentang Mustofa Pedas Manis. Namun lebih dari sekadar produk, kisah Nurlida menyoroti bagaimana pelaku UMKM kuliner menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.

Menurut Nurlida, tantangan terbesar dalam menjalankan usaha kuliner adalah menjaga konsistensi rasa dan kualitas di tengah banyaknya produk serupa yang beredar. Persaingan tidak hanya datang dari UMKM lain, tetapi juga dari industri besar yang memiliki modal lebih kuat. Kondisi ini menuntut pelaku usaha kecil untuk terus berinovasi dan menemukan cara agar produknya tetap relevan serta menarik di mata konsumen.

Dalam perbincangan, Nurlida menegaskan bahwa dukungan dari masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk memajukan UMKM kuliner. Dukungan yang ia maksud bukan hanya soal apresiasi, tetapi juga akses permodalan, pelatihan manajemen, hingga perluasan jaringan pemasaran. Dengan adanya bantuan tersebut, pelaku UMKM bisa lebih fokus meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing di pasar domestik maupun internasional.

Adapun kiat sukses yang ia bagikan sederhana namun bermakna, konsistensi menjaga kualitas, keberanian untuk beradaptasi, serta semangat pantang menyerah. Ia percaya bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari seberapa besar penjualan, melainkan juga dari kemampuan bertahan, tumbuh, dan memberi inspirasi bagi pelaku usaha lain. Kisah Pasakan Neng Lida menjadi gambaran nyata bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, UMKM kuliner mampu menjadi pilar penting dalam memperkuat ekonomi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....