Harga Emas Berpotensi Naik Rp2,78 Juta per-gram dalam Sepekan ke Depan
- 06 Jul 2026 14:06 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan bergerak stabil di sekitar USD4.300 per ons. Meski terlihat konservatif, Citi tetap melihat adanya potensi kenaikan dalam jangka menengah. Dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan, harga emas diproyeksikan bisa mencapai USD5.000 per ons. Mengutip Kitco, Selasa, Juli 2026, pekan lalu, 16 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitco News.
Mayoritas responden di Wall Street memprediksi harga emas naik pekan ini. Prediksi itu seiring harga emas mengakhiri penurunan selama empat minggu berturut-turut pekan lalu. Harga logam mulia diprediksi kembali menguat seiring dengan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Mengutip situs logam mulia, harga emas Antam di level Rp 2.670.000 per gram.
Sementara berdasarkan Trading Economics, harga emas dunia di level US$ 4.170 per troy ons. Dari geopolitik, pasca perjanjian nota kesepahaman antara AS dan Iran, kondisi Selat Hormuz semakin ramai, Pasar juga sedang menunggu pertemuan pejabat AS – Iran yang membahas tentang sanksi ekonomi yang dicabut, dimana AS akan mencairkan dana Iran yang sudah lama dibekukan. Tapi pasar optimis AS – Iran ada jeda waktu 60 hari untuk gencatan senjata dan kemungkinan besar akan dipermanenkan. Sekitar 11 analis atau 69% memprediksi harga emas naik pekan ini. Sementara itu, dua analis atau yang mewakili 13% memprediksi harga emas turun. Tiga analis lainnya, atau 19% memperkirakan logam mulia akan mendatar.
Sementara itu, 183 suara diberikan dalam jajak pendapat daring kitcoin. Investor Main Street juga optimistis terhadap harga emas pekan ini. 99 pelaku pasar ritel atau 54% memperkirakan harga emas akan naik pekan ini. Sedangkan, 45 lainnya atau 25% memprediksi logam mulia itu akan turun. 39 investor lainnya, yang mewakili 21% dari total respondens prediksi terjadi konsolidasi harga emas pekan ini. Pada pekan ini, kalender berita ekonomi termasuk paling sedikit. Pada Senin aka nada rilis data PMI Jasa ISM untuk Juni. Pelaku pasar mencari konfirmasi dari laporan penganggajian dalam data sektor jasa.Kemudian pada Selasa pekan ini, Bank Sentral Selandia Baru akan merilis kebijakan moneternya.
Rabo sore bakal ada rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juni. Pada Kamis pagi waktu setelah ada rilis klaim pengangguran mingguan. Lancarnya transportasi di Selat Hormuz membuat harga minyak mentah terus mengalami penurunan yang signifikan dan membuat harga emas akan mengalami kenaikan.
Dengan demikian, ada kemungkinan inflasi akan turun sehingga bank sentral kemungkinan tidak menaikkan suku bunga dan hanya mempertahankan suku bunga. Selain itu, momentum penguatan harga emas juga didukung oleh kuatnya permintaan dari bank sentral. Tercatat sampai bulan Mei 2026, bank sentral global sudah melakukan pembelian emas sebesar 41 ton emas.
Di antaranya bank sentral China yang telah membeli 10 ton emas, bank sentral Uzbekistan 9 ton, bank sentral Khazakstan 7 ton, dan bank sentral Singapuran beli 4 ton. Artinya bank sentral global pada saat harga emas dunia mengalami pelemahan, melakukan pembelian emas. bank sentral memproyeksikan Selat Hormuz akan kembali dibuka dan harga-harga menurun. kemungkinan besar harga emas dunia menuju level di atas US$ 5.000 per troy ons sampai akhir tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....