Manasik Umroh di Tarbiyatusshibyan Perkuat Pemahaman Calon Jamaah

  • 22 Jun 2026 00:03 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Kegiatan Manasik Umroh dan Muhasabah digelar di Pondok Pesantren Tarbiyatus Shibyan, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan pembekalan ibadah sekaligus penguatan spiritual bagi masyarakat yang berkeinginan menunaikan umroh maupun haji.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatusshibyan, Laksamana Pertama TNI KH. Harun Ar-Rasyid, S.Ag., M.A., mengatakan kegiatan manasik menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat niat dan kesiapan jamaah dalam memenuhi panggilan Allah SWT.

"Baru berkumpulnya saja dalam kegiatan kebaikan sudah mengandung keberkahan. Rasulullah mengajarkan bahwa berkah adalah tambahan kebaikan yang Allah berikan secara terus-menerus kepada hamba-Nya," ujarnya.

Menurutnya, haji dan umroh merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Namun demikian, umat Islam tidak perlu ragu untuk memiliki cita-cita berangkat ke Tanah Suci karena Allah akan memberikan jalan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

"Allah tidak memanggil orang yang mampu, tetapi Allah akan memampukan orang yang dipanggil. Karena itu jangan pernah ragu untuk memiliki niat berhaji maupun umroh," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Harun juga membagikan pengalaman selama bertugas dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Ia menyebut pelaksanaan operasional jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada musim haji 2026 berjalan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah pelaksanaan haji tahun ini berjalan lebih kondusif dan lancar. Semua itu tentu berkat doa masyarakat dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Marketing Best Travel sekaligus Humas Komunitas Pengusaha Travel Kota Bogor, Ust. Rahmatullah, mengatakan kegiatan manasik dilaksanakan sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara pelaksanaan umroh. Menurutnya, sesi praktik menjadi bagian yang paling diminati peserta karena memberikan gambaran langsung mengenai rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Praktik manasik ini sangat ditunggu masyarakat karena mereka dapat terlibat langsung. Antusiasme peserta juga sangat tinggi sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih hidup," kata Rahmatullah.

Ia menambahkan, keterlibatan peserta dalam praktik manasik membantu jamaah memahami tahapan ibadah secara lebih baik sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan demikian, jamaah diharapkan lebih siap saat menjalankan ibadah umroh yang sesungguhnya.

Kegiatan manasik dan muhasabah tersebut ditutup dengan doa bersama serta harapan agar masyarakat yang memiliki niat berhaji maupun umroh diberikan kemudahan dan kesempatan untuk menjadi tamu Allah SWT di Tanah Suci.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....