Komisi XI DPR RI Ingatkan OJK, Ekonomi Berbasis Syariah Bukan Hanya Seremonial
- 01 Apr 2026 13:18 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar, didukung populasi muslim terbesar di dunia yang berada di peringkat ke-3 dalam Global Islamic Economy Indicator 2023. Sektor keuangan syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik di sektor perbankan syariah, pasar modal syariah, maupun industri keuangan non-bank syariah.
Pada akhir Desember 2024, total aset sektor keuangan syariah tercatat mencapai Rp9.927 triliun, tumbuh sebesar 11,8% (yoy). Rasio total aset keuangan syariah terhadap PDB Indonesia juga mencatatkan angka yang signifikan, yaitu mencapai 45% yang mencerminkan kontribusi besar sektor ini terhadap perekonomian Indonesia.
Perbankan syariah, yang menjadi sektor utama dalam industri keuangan syariah, juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Total aset perbankan syariah pada akhir 2024 tercatat sebesar Rp980,3 triliun, tumbuh 9,9% secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan aset perbankan nasional yang hanya mencapai 5,9%. Market share perbankan syariah di Indonesia kini mencapai 7,72%, yang semakin memperlihatkan penerimaan yang positif dari masyarakat terhadap produk perbankan syariah.
Melihat besarnya potensi ekonomi syariah di Indonesia, dalam rapat dengar pendapat antara Komisi XI DPR RI dengan Otoritas Jasa Keunagan (OJK ) RI , pada Rabu 1 April 2026 di komplek parleman Senayan Jakarta, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Dr. Mulyadi menyinggung dan mempertanyakan komitmen OJK dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
“Kami mengingatkan tentang komitmen ekonomiyang berbasis syariah, harusnya ini pasar besar yang harus digarap dengan baik " uangkap Mulyadi pada saat sesi rapat di komisi XI DPR RI dengan OJK.
Mulyadi juga menekankan jangan sampai ekonomi syariah hanya sebagai seremonial saja justru harusnya ekonomi syariah harus menjadi konsentrasi kita. Karena menurutnya mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, dan OJK harus menjadi pendorong, bukan beban untuk mengembangkan ekonomi syariah.
Ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan signifikan, baik dalam kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional maupun dalam sektor keuangan syariah. Dengan adanya program-program strategis dan penguatan sektor-sektor terkait, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global.
Perkembangan sektor keuangan syariah yang pesat, didorong oleh digitalisasi dan peningkatan literasi masyarakat, akan membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di pasar global. Dengan berfokus pada penguatan industri halal, modernisasi koperasi syariah, dan pemanfaatan teknologi digital, ekonomi syariah Indonesia dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional dan internasional. Melalui langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat mewujudkan visinya sebagai pusat ekonomi syariah global pada tahun-tahun mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....