Tips Mengelola THR agar Tidak Cepat Habis

  • 15 Mar 2026 09:12 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Indonesia saat ini tengah memasuki periode pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), yang biasanya digunakan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan saat Lebaran, mulai dari belanja kebutuhan primer hingga sekunder, seperti baju baru, peralatan rumah, dan biaya perjalanan mudik. Sayangnya, tidak jarang THR habis lebih cepat dari yang direncanakan karena kurangnya perencanaan dan pengelolaan keuangan yang tepat.

Menurut Dr. Istiqlaliyah, dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen di IPB University, pengelolaan THR yang bijak membutuhkan strategi yang matang dan disiplin dalam pengeluaran agar anggaran Lebaran tetap aman dan tidak menimbulkan masalah keuangan pasca-perayaan. Ia menyampaikan pentingnya menyusun rencana pengeluaran sebelum menerima THR agar setiap kebutuhan dapat terpenuhi secara prioritas, sepertindikutip dari laman resmi IPB University pada, Jumat 13 Maret 2026.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana keuangan berdasarkan prioritas kebutuhan. Masyarakat disarankan untuk mengidentifikasi semua kebutuhan, mulai dari kebutuhan primer seperti makan, transportasi, dan tempat tinggal, kemudian mengurutkannya dari yang paling penting hingga yang tidak mendesak. Setelah kebutuhan primer terpenuhi, dana yang tersisa dapat dialokasikan untuk kebutuhan sekunder, misalnya pakaian Lebaran, dekorasi rumah, hadiah keluarga, atau kegiatan rekreasi, agar pemanfaatan THR lebih efektif dan terencana.

Tips kedua adalah memanfaatkan promosi atau diskon untuk menghemat pengeluaran saat berbelanja kebutuhan Lebaran. Namun, Dr. Istiqlaliyah menekankan agar masyarakat tetap bijak dalam memanfaatkan promo tersebut dan fokus pada kebutuhan yang telah direncanakan, bukan pada keinginan spontan. Belanja saat lapar, stres, atau dalam kondisi emosional sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi pengambilan keputusan sehingga berpotensi membuat THR cepat habis.

Langkah ketiga yang disarankan adalah mengurangi kebiasaan melihat-lihat barang di toko atau platform daring tanpa tujuan belanja yang jelas. Meskipun kegiatan ini terlihat seperti “cuci mata” saja, seringkali hal ini dapat memicu pembelian spontan yang tidak termasuk dalam daftar belanja. Dr. Istiqlaliyah menyarankan agar setiap keinginan membeli sesuatu yang tidak ada dalam daftar sebaiknya ditunda hingga keesokan harinya, sehingga ada kesempatan untuk mempertimbangkan kembali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

Selain itu,pentingnya menghindari utang agar keuangan tetap stabil pasca-Lebaran. Ia menyarankan agar sebagian THR disisihkan sebagai dana cadangan untuk kebutuhan setelah perayaan, seperti biaya sekolah, cicilan, atau kebutuhan rumah tangga lainnya. Dengan begitu, masyarakat dapat menjalani Lebaran dengan tenang tanpa harus khawatir kehabisan uang atau terjerat utang.

Dengan menerapkan ketiga strategi ini, THR yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran tanpa mengorbankan kondisi keuangan di hari-hari berikutnya. Disiplin, perencanaan matang, dan pengelolaan pengeluaran yang cermat menjadi kunci agar tunjangan dapat memberikan manfaat maksimal dan memberikan rasa aman secara finansial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....