CELIOS: Perang Iran vs Amerika dan Israel, Investasi Bergeser ke Emas dan Dollar AS

  • 06 Mar 2026 15:34 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Harga emas dunia naik rata-rata di kisaran 1–2% pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, bangkit dari level terendah lebih dari sepekan yang tercapai pada sesi sebelumnya. Seperti dikutip Reuters, kenaikan ini dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah eskalasi serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang mendorong permintaan aset safe haven.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 0,5% ke posisi US$5.147,10 per troi ons. Penguatan dolar AS membuat aset berdenominasi dolar, termasuk emas, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Meski demikian, lonjakan risiko geopolitik menopang minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Mengutip dari Reuters, sejumlah lembaga keuangan global bahkan memperkirakan harga emas akan terus meningkat. JP Morgan dan Bank of America memproyeksikan harga emas dapat mendekati USD6.000 per ons, dengan JP Morgan memperkirakan potensi kenaikan hingga USD6.300 pada akhir 2026. Selain faktor geopolitik, investor juga mencermati data ekonomi Amerika Serikat.

Data terbaru menunjukkan harga produsen (producer prices) naik lebih tinggi dari perkiraan pada Januari, mengindikasikan potensi peningkatan inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Pelaku pasar kini menantikan sejumlah indikator ketenagakerjaan penting, termasuk laporan tenaga kerja ADP, klaim pengangguran mingguan, serta data non-farm payrolls yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga.

Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan beragam. Harga perak menguat 1,21% menjadi USD94,95 per ons setelah mencatat kenaikan bulanan pada Februari. Sementara itu, platinum meningkat 0,31% ke level USD2.372 per ons, sedangkan paladium justru turun 0,35% jadi USD1.779,80 per ons. Menganalisis kondisi saat ini, Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, juga mengakui adanya tekanan terhadap pasar saham di Indonesia.

“Kondisi saat ini membuat para pengusaha akhirnya mengambil langkah fight to quality yang menyebabkan peralihan investasi ke arah aset yang le lebih aman, seperti emas dan dolar amerika serikat," tegas Bhima Yudhistira, Kamis, 5 Maret 2026.

Selain itu durasi agresi dan invasi di timur tengah akan sangat menentukan keputusan yang akan diambil oleh para aktor aktor dipasar finansial. Secara year-to-date, harga emas spot telah naik sekitar 19%, didorong gejolak global, setelah melonjak 64% sepanjang 2025. Sementara itu, perak tercatat menguat lebih dari 16% sejak awal tahun.

Dalam catatannya, Standard Chartered menyebut arus keluar dana dari produk ETP membuat harga perak rentan terhadap volatilitas dalam jangka pendek. Namun, kondisi pasar yang mengalami kekurangan pasokan dinilai berpotensi mendorong pemulihan harga dalam beberapa bulan mendatang.

Rekomendasi Berita