PAD Sektor Perhotelan Kota Bogor Tidak Bisa Diandalkan
- 19 Feb 2025 10:38 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat hingga daerah, berimbas signifikan terhadap sektor pariwisata khususnya perhotelan di Kota Bogor. Padahal selama ini sektor pariwisata menjadi kontributor penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar ketiga di Kota Bogor.
Melihat kondisi itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay mengatakan dengan kondisi saat ini, sektor pariwisata tidak bisa diandalkan lagi sebagai kontributor penyumbang PAD terbesar di Kota Bogor. Yuno menyebut, bahwa selama ini agenda pemerintah menjadi permintaan pasar yang dominan dalam pendapatan perhotelan.
Sementara dengan kondisi saat ini, siasat untuk menggeser pasar permintaan cukup sulit dilakukan, karena perlu waktu dan dukungan yang besar dari seluruh pihak.
“Memang dengan keputusan ini (efisiensi) kalau saya sih melihat (PAD dari perhotelan) tidak bisa diandalkan lagi, untuk geser pasar ke yang lain juga tidak semudah itu. Kita kan bekerja pengusaha itu masuk dimana ada demand atau permintaan, dan saya selalu bilang demand itu kan diciptakan oleh pemerintah. Setelah ada kebijakan dipangkas 50 persen atau bahkan tidak ada, ini sebuah huru-hara yang krusial yang harus diatasi,” jelas Yuno Abeta Lahay, Rabu (19/2/2025).
Yuno juga menyoroti soal bagaimana keseriusan pemerintah, untuk mendukung kemajuan pariwisata yang selama ini sudah berkontribusi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) utamanya dari pajak perhotelan dan restoran.
“PAD dari sektor pariwisata kita selalu tiga besar saingan dengan PBB dan BPHTB, sisanya itu pajak hotel, restoran dan tempat hiburan. Tapi kalau di swasta ya misal kalau ada sektor yang menghasilkan kontribusi besar harusnya di empowerd atau diberdayakan, tetapi faktanya tidak seperti itu. Tidak ada program penguatan terhadap pariwiaata untuk membesarkan itu, dan saya mirisnya itu, di satu sisi pemerintah tidak kasih atensi pariwisata dan tidak digarap serius, tetapi tiba-tiba dilakukan pengurangan seperti ini,” ungkapnya.
Sebagai informasi sektor pariwisata di Kota Bogor menjadi penyumbang PAD ketiga terbesar setelah PBB dan BPHTB. Berdasarkan data dari data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bahwa PAD dari sektor pariwisata di Kota Bogor pada tahun 2023 mencapai sekitar Rp329 miliar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....