Pegadaian Dorong Mahasiswa IPB Melek Investasi Hindari Jerat Pinjol

  • 21 Agt 2026 13:01 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - PT Pegadaian mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan literasi keuangan dan mulai memahami pentingnya investasi sejak dini. Edukasi tersebut disampaikan melalui kegiatan Financial Literacy On The Way (FLOW): Finansial Mandiri Dimulai Hari Ini yang digelar di The Gade Creative Lounge IPB University, Kampus Dramaga, Bogor, Kamis 20 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pegadaian untuk memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, risiko pinjaman online (pinjol), hingga alternatif investasi yang dapat dimanfaatkan generasi muda.

Senior Marketing B2B PT Pegadaian (Persero),, Muhammad Taufik Akbar, mengatakan mahasiswa menjadi salah satu sasaran penting edukasi karena kelompok usia muda, khususnya Gen Z, perlu dibekali pemahaman finansial yang kuat di tengah maraknya berbagai instrumen keuangan dan investasi.

“Banyak sekali instrumen investasi yang menjadi dua mata pisau kepada masyarakat. Karena itu, kami mencoba memberikan literasi keuangan kepada teman-teman Kompasiana dan civitas akademika di IPB,” ujar Taufik.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami risiko sebelum memilih produk keuangan. Ia menilai Pegadaian dapat menjadi salah satu alternatif ketika seseorang membutuhkan dana tanpa harus terjerat pinjaman online dengan biaya yang tinggi.

“Daripada kita pinjol, lebih baik kita menggadaikan barang yang kita punya. Secara tarif lebih murah daripada pinjol yang bunganya bisa sangat tinggi,” katanya.

Pegadaian kini memiliki aplikasi Tring yang dikembangkan untuk mempermudah masyarakat, termasuk anak muda, dalam mengakses berbagai layanan keuangan dan investasi.

“Bagaimana kita menginvestasikan uang kita untuk masa depan. Peran Pegadaian di sini adalah meliterasikan mahasiswa atau civitas akademika supaya melek investasi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan pinjaman online sebagai solusi utama ketika menghadapi kebutuhan finansial. Menurutnya, kurangnya literasi keuangan dapat membuat seseorang mengambil keputusan finansial yang justru berisiko bagi dirinya maupun keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....