Harga Kedelai Melonjak, Omzet Perajin Tahu di Bogor Menurun

  • 09 Jun 2026 17:29 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah ternyata mempengaruhi beberapa komoditas pangan pokok berupa kedelai yang menjadi bahan baku tahu dan tempe.

Salah seorang perajin tahu asal Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor Bapak Ade, mengatakan harga kedelai impor melambung tinggi dan mempengaruhi usaha para produsen tahu. Meningkatnya biaya produksi tidak sebanding dengan daya beli masyarakat.

“Kondisi ini berdampak langsung terhadap para perajin tahu dan tentunya menyebabkan penurunan omzet penjualan produk tahu,” ujar Ade, Selasa, 9 Juni 2026.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri karena sebagian besar kebutuhan bahan baku masih bergantung pada pasokan kedelai impor yang harganya sangat dipengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang.

Jika sebelumnya harga kedelai berada di kisaran Rp10.000 per kilogram, kini telah mencapai Rp12.000 per kilogram. Kenaikan tersebut membuat kebutuhan modal usaha semakin besar. Bagi para perajin tahu, kenaikan harga bahan baku menjadi persoalan serius karena kedelai merupakan komponen utama dalam proses produksi.

"Ketika harga kedelai naik, biaya produksi otomatis ikut naik begitu juga harga jualnya nanti, kita produsen tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual karena khawatir akan memengaruhi minat beli konsumen," tambah Ade.

Selain meningkatnya biaya produksi, para perajin juga mengaku khawatir terhadap ketergantungan yang tinggi pada kedelai impor. Fluktuasi nilai tukar rupiah membuat harga bahan baku sulit diprediksi sehingga menyulitkan perencanaan usaha dalam jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....