Selat Hormuz Ditutup, BBM Indonesia Sangat Tergantung dari Timteng dan Afrika
- 03 Mar 2026 10:48 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Penutupan Selat Hormuz oleh Pemerintah Iran, membuat gejolak harga minyak mentah dunia bergerak sangat dinamis. Bukan hanya itu, terhambatnya pasokan juga menyebabkan kepanikan dibanyak negara, khususnya mereka yang bergantung daripasokan minyak mentah dari timur tengah.
Sebagai negara net importir, Indonesia juga terdampak kondisi terkini di kawasan timur tengah (timteng), khususnya Selat Hormuz, karena sampai saat ini Indonesia hanya mampu menghasilkan produksi dalam negeri maksimal diangka 600 ribu barel perhari, dan Indonesia hanya menimati krang lebih 480 ribu barel perhari.
Itu artinya Indonesia harus melakukan impor sebesar kurang lebih 1,2 juta barel perhari untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Para analisis kebijakan energi di dalam negeri mengingatkan pemerintah soal exit strategi dari kondisi dan skenario terburuk ini.
Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro mengakui, bahwa sebagaian besar kebutuhan minyak Indonesia itu berasal dari luar negeri karena di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri.
"Saat ini kemampuan produksi kita diangka 600 ribu barel perhari, itupun kita dapatnya cuma diangka 480 an ribu barel perhari, dan terakhir produksi kita tidak sampai 600 ribu barel perhari, dan kita harus impor sekitar 1,2 juta barel perhari, yang sementara kita peroleh dari timur tengah, Afrika dan Amerika Serikat walaupun jumlahnya sangat sedikit dan sebagian besar distribusinya melewati selat Hormuz,” jelas Komaidi, Selasa, 3 Maret 2026.
Saat ini memang Indonesia sudah menandatangi kesepakatan tarif resiprokal dan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat dan diharapkan mampu menjadi alternatif menyelesaikan soal pasokan BBM yang terhambat akibat ketegangan di kawasan timur tengah, khususnya di Selat Hormuz.
Sementara itu menurut Komaidi, yang perlu diantisipasi oleh pemerintah Indonesia adalah kondisi selat hormus yang akan terhambat baik by design maupun secara natural, menyebabkan pasokan minyak akan terhambat, sedangkan kekuatan cadangan minyak dalam negeri hanya mampu bertahan 21 -25 hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....