Krisis BBM Mengancam Indonesia akibat Ketegangan di Timur Tengah
- 03 Mar 2026 10:18 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Ketegangan kawasan timur tengah (timteng) akibat konflik terbuka antara Amerika Serikat, Israel Vs Iran tidak hanya berdampak di sekitar kawasan, namun juga berdampak pada komoditas minyak mentah dunia.
Dimana sebagian besar itu berasal dari Iran yang saat ini sedang berkonflik. Kebijakan Iran untuk menutup sementara selat Hormus, pasti akan berdampak pada pasokan BBM termasuk Indonesia yang sebagian besar kebutuhan hariannya berasal dari impor.
Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, berpendapat bahwa ketegangan yag terjadi antara Amerika Serikat, Israel vs Iran, akan menyebabkan kondisi pasokan BBM di Indonesia diambang krisis.
“Tanpa adanya kondisi saat inipun sebenarnya neraca minyak kita sudah pada fase krisis sebenarnya, ditambah lagi terjadi ketegangan dipusat produksi maupun distribusi , ini perlu menjadi perhatian kita semua,” kata Komaidi, Selasa, 3 Maret 2026.
Harga minyak melonjak di Asia Senin, 2 Maret 2026, menyusul gejolak di Timur Tengah setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Pada perdagangan awal, minyak jenis Brent naik menjadi sedikit di atas US$80 per barel dibandingkan dengan harga penutupan US$72,87 pada Jumat lalu.
Sebenarnya harga Brent, patokan internasional untuk minyak mentah, telah naik sejak minggu lalu saat Presiden AS mengancam serangan ke Iran di tengah negosiasi nuklir. Akibat gejolak ini, transportasi pengangkutan 20% minyak global melalui Selat Hormuz yang dikuasai Iran bisa terganggu.