Jawa Barat Pimpin Ekspor Nasional Tahun 2025
- 18 Feb 2026 07:58 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Jawa Barat kembali menunjukkan dominasinya dalam kinerja perdagangan luar negeri Indonesia pada 2025. Berdasarkan data yang ditampilkan Goodstats.id, nilai ekspor provinsi ini mencapai US$38,72 miliar atau sekitar 13 persen dari total ekspor nasional yang menembus US$282,9 miliar. Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat di posisi teratas dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.
Di bawah Jawa Barat, Kepulauan Riau mencatat nilai ekspor sebesar US$23,41 miliar, disusul Riau dengan US$21,44 miliar. Ketiga provinsi ini menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi gabungan lebih dari US$83 miliar. Angka tersebut mendekati sepertiga dari total ekspor Indonesia, menunjukkan konsentrasi aktivitas perdagangan yang cukup tinggi di wilayah barat Tanah Air.
Posisi berikutnya ditempati DKI Jakarta dengan nilai US$17,51 miliar. Jawa Tengah dan Sumatera Utara juga mencatat kinerja yang relatif berimbang, masing-masing sebesar US$12,62 miliar dan US$12,56 miliar. Kehadiran provinsi-provinsi ini dalam daftar teratas memperlihatkan kuatnya sektor industri pengolahan, manufaktur, serta komoditas unggulan di wilayah tersebut.
Banten menyusul dengan nilai ekspor US$11,01 miliar. Sementara itu, Lampung dan Sumatera Selatan mencatat masing-masing US$6,63 miliar dan US$6,33 miliar. Sumatera Barat menutup daftar sepuluh besar dengan capaian US$2,77 miliar. Variasi angka ini mencerminkan perbedaan kapasitas produksi, infrastruktur, serta akses pasar internasional di tiap daerah.
Dominasi Jawa Barat tidak terlepas dari kekuatan kawasan industri dan manufaktur yang tersebar di berbagai kota penyangga ibu kota. Sektor otomotif, elektronik, tekstil, hingga produk kimia menjadi motor utama ekspor. Dukungan infrastruktur pelabuhan dan konektivitas logistik turut memperkuat daya saing produk-produk dari provinsi tersebut di pasar global.
Meski demikian, data tersebut juga menyoroti adanya kesenjangan antardaerah. Beberapa provinsi, terutama di kawasan timur Indonesia, masih mencatat nilai ekspor di bawah US$100 juta. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerataan industri dan hilirisasi komoditas belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Indonesia.
Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya mempertahankan dominasi provinsi unggulan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekspor dari daerah yang masih tertinggal. Penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta diversifikasi produk ekspor menjadi kunci agar kontribusi perdagangan luar negeri semakin inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....