Komponen Starter Bermasalah, BMW Tarik Ratusan Ribu Unit

  • 12 Feb 2026 11:27 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor: BMW kembali melakukan langkah besar dengan menarik ratusan ribu kendaraan dari peredaran global setelah ditemukan potensi masalah pada komponen starter mesin yang berisiko memicu kebakaran. Mengutip AFP, laporan ini dikonfirmasi langsung oleh perwakilan BMW pada Rabu, 11 Februari 2026, menyusul laporan awal dari media industri otomotif Jerman.

Penarikan tersebut diperkirakan menyasar jumlah kendaraan dalam kisaran ratusan ribu unit di berbagai negara. Para pemilik mobil yang terdampak akan menerima pemberitahuan resmi untuk melakukan penggantian komponen starter yang diduga bermasalah.

Sedikitnya 16 model BMW yang menggunakan starter produksi periode Juli 2020 hingga Juli 2022 masuk dalam daftar terdampak. Perusahaan menjelaskan, komponen elektromagnet pada starter berpotensi mengalami keausan berlebih setelah penggunaan dalam jangka waktu tertentu.

Dari hasil evaluasi atas keluhan pelanggan dan pemeriksaan teknis, ditemukan kemungkinan kerusakan pada sistem starter. BMW juga tidak menutup kemungkinan terjadinya korsleting pada elektromagnet yang dapat memicu panas berlebih di area tersebut.

Dalam skenario terburuk, kondisi itu berisiko menyebabkan kebakaran kendaraan, bahkan saat mobil tengah digunakan. Karena itu, BMW mengimbau pemilik kendaraan untuk tidak meninggalkan mobil dalam kondisi mesin menyala tanpa pengawasan, terutama jika menggunakan fitur starter jarak jauh.

Langkah ini menambah daftar penarikan kendaraan BMW dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, pabrikan asal Jerman tersebut juga sempat menarik sekitar 1,5 juta unit akibat persoalan sistem pengereman, yang berdampak pada penyesuaian proyeksi keuangan perusahaan.

Meski demikian, manajemen BMW memastikan bahwa penarikan terbaru ini diperkirakan tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja laba perusahaan. BMW menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan pelanggan sebagai prioritas utama di tengah persaingan industri otomotif global yang semakin ketat.

Rekomendasi Berita