Generasi Muda Bogor Kreasikan Kuliner Pangan Berkelanjutan
- 19 Des 2025 07:37 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Generasi muda adalah penggerak kewirausahaan hijau melalui inovasi pangan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Ide dan model bisnis pangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan dampak sosial.
Hal itu terungkap dalam inkubasi bisnis yang di inisiasi Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Forum Ekonomi Kreatif Kota Bogor, REKA Bogor, Kamar Dagang Indonesia, dan Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bogor. Dengan mengusung tagline “Dari Lokal untuk Berkelanjutan”, di Graha Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Kota Bogor.
Melalui pendekatan kewirausahaan hijau, para pelaku usaha mengusung inovasi bisnis berbasis pemanfaatan bahan pangan lokal, pengurangan limbah, efisiensi sumber daya, serta praktik produksi yang ramah lingkungan.
Said Abdullah dari KRKP menyatakan bahwa kegiatan pitching ini merupakan titik awal dari effort teman-teman untuk melangkah ke tahap selanjutnya.
"Ada 15 UMKM ikut dalam program tersebut , mereka mempresentasikan ide serta gagasannya dalam final pitching hari ini yaitu Ayam Potong Millenial, Nalega Farm, Ciput, Klangenan, Raos A28, Tikolot, Nyai Kito, Mami Wita, Jamu Jowo, Chaesa, Mr Banasik, Dapoer Amie, Siomay Es Sekoteng, Jbowl Kitchen serta Lumpia Ebi. UMKM tersebut dipilih melalui seleksi dan telah melewati masa inkubasi bisnis," Ujar Said Abdullah, Jumat (19/12/2025).
Georgian Marcello dari Reka Bogor menambahkan program REKA PANGAN Inkubasi Bisnis Modal Rasa: Dari Lokal untuk Berkelanjutan, dirancang untuk mencetak wirausaha hijau.
Para peserta mendapatkan pendampingan intensif, penguatan kapasitas bisnis, serta pemahaman mengenai tanggung jawab lingkungan. Banyak pelaku usaha kuliner yang collapse dikarenakan tidak memiliki value dari usaha yang dijalankan.
“Dengan adanya program inkubasi bisnis ini, jejaring pengusaha ekonomi kreatif di Kota Bogor menjadi terbentuk dan terjalinnya silaturahmi diantara para pengusaha itu sendiri” tambah Georgian.
Dari 15 peserta UMKM, terpilih sebanyak tiga UMKM berhasil menjadi juara dalam program ini. Berdasarkan penilaian dari dewan juri, dengan kriteria Business Plan, Founders Mentality, dan Green Business Feasibility.
Ketiga UMKM yang menjadi juara tersebut ialah:
(1). Raos A28, merupakan UMKM yang menjual produk berupa singkong dan combro frozen. Bahan bakunya diperoleh dari petani singkong lokal yang dan limbah produksi berupa kulit singkong diolah menjadi pupuk kompos atau untuk pakan ternak.
(2) Mr Banasik ialah UMKM dengan produk unggulannya adalah pisang nugget. Bahan baku tepungnya menggunakan tepung mocaf. Konsep usaha kuliner ini mengedepankan zero waste, dimana limbah hasil produksi berupa kulit pisang dan minyak jelantah dikumpulkan kemudian dijual ke pengepul untuk dikelola menjadi biodiesel.
(3) Tikolot, yaitu produk olahan minuman sari pala yang segmentasi pasarnya adalah anak muda. Inisiatif produk ini berawal dari buah pala yang banyak terbuang begitu saja di kebun petani (limbah pangan), kemudian diolah menjadi minuman segar dan berkhasiat bagi tubuh. Bahan bakunya diperoleh dari petani pala lokal dan kemasannya pun menggunakan botol kaca sehingga lebih sustainable, tidak ada sampah kemasan karena botolnya dapat dikembalikan lagi ke penjual setelah dikonsumsi.
Ketiga UMKM tersebut, mendapatkan tambahan modal usaha dari Kadin Kota Bogor. Bantuan tersebut di gunakan untuk pengembangan usaha sebesar Rp. 15 juta untuk juara 1, kemudian juara 2 mendapatkan Rp. 10 juta, dan juara 3 mendapatkan modal usaha sebesar Rp. 5 juta rupiah.