Laba Naik, TikTok Bersinar Meski ByteDance Ditekan AS

  • 11 Apr 2025 06:23 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: TikTok berhasil mencatat lonjakan pendapatan internasional yang signifikan pada tahun 2024, meskipun perusahaan induknya, ByteDance, tengah berada di bawah tekanan dari pemerintah Amerika Serikat untuk menjual aplikasi tersebut atau menghadapi pemblokiran.

Menurut laporan eksklusif dari The Information serta mengutip dari AFP pada Kamis (10/04/2025), pendapatan global ByteDance yang sebagian besar disumbang oleh TikTok melonjak hingga 63 persen, mencapai angka fantastis sebesar $39 miliar. Ini menjadi pertumbuhan luar biasa, terutama mengingat ketidakpastian politik dan ekonomi yang melingkupi operasi internasional mereka.

Meski menghadapi perlambatan di pasar dalam negeri, ByteDance justru mencatat rekor tertinggi dalam pendapatan total perusahaan, dengan TikTok menyumbang sekitar seperempat dari keseluruhan pendapatan. Tak hanya itu, laba perusahaan juga meningkat sebesar 6 persen, menyentuh angka $33 miliar di tahun yang sama.

Di sisi lain, tekanan politik dari Amerika Serikat terus berlanjut. Presiden Donald Trump baru-baru ini memberikan perpanjangan waktu selama 75 hari dari batas waktu awal 5 April untuk memberi kesempatan pada TikTok mencari pembeli dari luar Tiongkok. Namun, upaya penjualan itu terganjal akibat kebijakan tarif baru yang diberlakukan Washington terhadap Beijing.

ByteDance menyatakan masih menjalin komunikasi dengan pemerintah AS guna menemukan solusi terbaik. Namun mereka juga menegaskan bahwa masih ada sejumlah isu penting yang belum terselesaikan dalam proses ini.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun berada dalam pusaran geopolitik, daya tarik dan kekuatan bisnis TikTok di pasar global masih sangat besar dan terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....