Sengkarut Perizinan BUMD Wisata Jabar di Puncak Bogor
- 14 Jan 2025 18:59 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Anggota DPRD Propinsi jawa Barat dari komisi 3 dan 4 melakukan kunjungan kerja ke lokasi obyek wisata HIBISC , Tugu Selatan Cisarua Kabupaten Bogor.
Dalam Agenda nya itupun Wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Iwan Suryawan memimpin rombongan dan melakukan pembahasan terkait perizinan pada wahana wisata yang di bangun di atas lahan 1,3 hektar lahan, dari 21 hektar konsesi yang di berikan PTPN Gunung Mas.
Wakil Ketua DPRD Propinsi Jawa Barat Iwan Suryawan mengungkapkan menyampaikan pesan jika BUMD Jawa Barat harus dapat memberikan contoh yang baik kepada daerah berkaitan dengan urusan perizinan berusaha.
" Kan wisata ada Perdanya RTRW ada Perdanya, aturan seperti apa kan ada anggaran APBD, kan awalnya niatnya baik jadi ngelanggar itu ada apa , ini yanh kita cari kan tadinya bangunan cukup 13 eh ternyata di tambahan, jadi ketahuan sama kabupaten Bogor, kita di sini mengingatkan ada dampak yang lebih luas bahkan sampe ke Kota Bogor ke Jakarta," jelas Iwan Suryawan, Selasa (14/1/2025).

Ada 34 bangunan berdiri di wahana wisata tersebut salah satunya adalah Bianglala. Dari 34 bangunan hanya 18 bangunan yang telah memiliki izin bangunan.
Selain itu temuan di lapangan adalah perubahan DAS aliran sungai Cikamasan yang menjadi hulu kali CIliwung, Yang menurut kajiannya di nilai tidak ada pelanggaran dari sisi pengelola obyek wisata.
Direktur BUMD Jaswita Lestari Angga Qadhafi menegaskan jika pihaknya sudah menempuh perizinan sesuai prosedur yang di minta baik dari Pemerintah Daerah serta PTPN Gunung Mas.
" Pas saya menerima jadi Direktur ini sudah berjalan, tapi kan pemerintah sudah lumayan panjang proses tahapannya, kita ingin perizinan yang bener bener aja, kita ke PTPN agar satu visi, bahkan tadinya operasi itu Oktober 2024 waktu itu karena AMDAL nya sidah ada waktu itu, akhirnya kita rubah permohonan izinnya dengan nama PTPN," tambah Angga Qadhafi.
Investasi pembangunan wahana wisata yang baru beroperasi satu bulan itupun di taksir sudah masuk Rp.80 milyar.
Telah menyerap 137 karyawan dari total target 300 karyawan dan Di dalamnya terdapat alokasi dana dari APBD Provinsi Jawa Barat serta konsorsium penyertaan modal usaha yang tidak sedikit jumlahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....