Hoaks Gravitasi 2026, NASA Beri Penjelasan

  • 25 Jan 2026 14:50 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor : Kabar soal Bumi yang disebut-sebut akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026 kembali menghebohkan media sosial. Di Instagram dan X, klaim itu ramai dibagikan, lengkap dengan narasi bahwa peristiwa tersebut akan menyebabkan “60 juta kematian” karena manusia konon akan terangkat ke udara sebelum jatuh kembali. Salah satu akun yang memicu kepanikan adalah @mr_danya_of, yang menyatakan bahwa “NASA tahu, tapi tidak memberi tahu alasannya.”

Tren ini kemudian berkembang menjadi teori konspirasi global. Narasinya terdengar dramatis: mulai dari dugaan bencana massal hingga spekulasi perubahan besar pada atmosfer Bumi. Banyak warganet membubuhi unggahan dengan visual dramatis, seolah-olah fenomena tersebut tinggal menghitung hari. Namun di balik viralnya isu itu, pertanyaan penting tetap sama: benarkah secara ilmiah hal tersebut bisa terjadi?

Menjawab keresahan publik, NASA langsung memberikan klarifikasi melalui wawancara dengan situs pengecekan fakta Snopes. Juru bicara NASA menegaskan bahwa tidak ada skenario ilmiah yang memungkinkan Bumi tiba-tiba kehilangan gravitasi selama tujuh detik. “Gravitasi Bumi ditentukan oleh massanya,” ujar mereka. Artinya, satu-satunya cara gravitasi hilang adalah bila massa Bumi berkurang secara ekstrem—sesuatu yang tidak mungkin terjadi secara alami maupun tiba-tiba.

NASA menjelaskan bahwa sistem Bumi—mulai dari inti, mantel, kerak, hingga atmosfer dan seluruh air di permukaan—harus kehilangan massa dalam jumlah yang tidak masuk akal agar gravitasi benar-benar lenyap. Jadi, klaim bahwa NASA sedang “menyembunyikan sesuatu” hanyalah narasi konspiratif tanpa dasar fisika.

Isu serupa bukan kali pertama muncul. Mirror mencatat bahwa ramalan-ramalan lain soal tahun 2026 juga sering dikaitkan dengan Nostradamus. Beberapa penggemar ramalannya menafsirkan bait-bait lama sebagai tanda bencana baru, mulai dari “orang hebat disambar petir” hingga “perang besar di sekitar tujuh kapal”. Namun para analis teks menegaskan: tak ada satupun prediksi Nostradamus yang spesifik menyebut tahun 2026.

Meski begitu, berbagai tafsir itu tetap digunakan untuk memperkuat ketakutan publik. Sebagian pengguna media sosial menggabungkan klaim “hilangnya gravitasi” dengan interpretasi Nostradamus, seolah keduanya saling mendukung. Padahal, tautan tersebut hanyalah kebetulan yang dipaksakan, bukan kesimpulan ilmiah.

Dengan seluruh klarifikasi dari NASA dan analisis dari Snopes serta Mirror, satu hal menjadi jelas: isu Bumi kehilangan gravitasi pada 12 Agustus 2026 hanyalah hoaks viral yang tidak punya pijakan sains. Publik diimbau tetap kritis, apalagi di tengah banjir informasi yang mudah dipelintir menjadi kepanikan massal.

Rekomendasi Berita