Evaluasi Biopori, Banyak Salah Kaprah di Masyarakat
- 11 Jan 2025 09:45 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Masyarakat Indonesia yang menerapkan lubang biopori sebagai komposit sampah agar terserap maksimal oleh alam ternyata banyak yang salah kaprah dalam prakteknya.
Saat ini lobang komposit biopori menjadi salah satu cara untuk bisa menjaga lingkungan hidup dengan adanya sampah organik yang dimasukan ke alam. Namun ternyata praktek tersebut banyak yang tidak terimplementasikan secara optimal sehingga banyak lubang komposit biopori tidak mendapatkan hasil maksimal.
Peneliti biopori Prof Kamir Razak mengungkapkan saat ini masyarakat dalam implementasi pembuatan lobang komposit biopori dan pemanfaatannya banyak yang tidak memahami tata cara prakteknya.
"Keberadaan pipa atau sejenisnya sebagai penahan dan penutup tanah lubang biopori sangatlah tidak dianjurkan karena seharusnya lubang tersebut dibiarkan tetap bersentuhan langsung dengan tanah. Seharusnya sampah yang sudah berada di dalamnya dapat terurai kembali ke alam oleh makhluk kecil di tanah," ujarnya, Sabtu (11/1/2025).
Kemudian masyarakat juga harus merawat lubang biopori itu dengan melihat kembali apakah ada yang menghambat laju peredaran air Dan terurainya sampah.
Jika hal itu berlangsung maka lubang biopori akan menghasilkan manfaat untuk alam sebagai penampung air dan sampah organik untuk kembali terurai ke alam.
Jika hal itu bisa terlaksana maka menurutnya saat ini sampah organik hasil rumah tangga tidak perlu terbawa hingga ke tempat pembuangan akhir sampah. cukup sampah non-organik seperti plastik kertas dan pecahan kaca yang diolah untuk daur ulang.