Aswin Mc Siregar, Dari Coretan Buku Tulis hingga Membangun Dunia Komik Indonesia

  • 17 Agt 2026 09:45 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Komikus asal Bogor yang juga aktif sebagai personel band Piknik ini mengungkapkan bahwa bakat menggambarnya sudah terlihat sejak taman kanak-kanak
  • Perjalanan sebagai komikus juga membawanya bertemu langsung dengan pembaca melalui berbagai comic event
  • Aswin melihat perkembangan ekosistem komik di Indonesia saat ini jauh lebih terbuka dibandingkan masa lalu

RRI.CO.ID, Bogor - Kecintaan Aswin Mc Siregar terhadap komik bermula dari kegemarannya menggambar sejak kecil. Komikus asal Bogor yang juga personel band Piknik itu mengaku bakat menggambarnya mulai terlihat sejak taman kanak-kanak.

Ketertarikannya pada komik semakin kuat saat duduk di sekolah dasar setelah memiliki komik Superman dan Batman terbitan Cypress. Hingga kini, Batman tetap menjadi karakter favorit yang menginspirasi perjalanan kreatifnya.

Aswin mulai serius membuat komik saat SMA dengan menggunakan buku tulis dan teman-teman sekolah sebagai pembaca pertama. Keseriusannya berkembang ketika kuliah setelah mendapat kesempatan membuat komik untuk publisher independen, bahkan salah satu karyanya sempat diterbitkan di Amerika Serikat.

Pada 2011, Aswin bersama Marcelino Lefrandt dan Sarjono Sutrisno membangun Skylar Comics. Di perusahaan tersebut, ia terlibat dalam perancangan karakter, penulisan naskah, hingga editing final sejumlah judul, seperti Volt, Valentine, Jawara Indonesia, Duet Maut, dan Blitz.

Dalam berkarya, Aswin banyak mengamati fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar, termasuk isu yang ramai diperbincangkan masyarakat dan netizen. Berbagai fenomena tersebut kemudian diolah bersama genre, karakter, dan dunia cerita agar menghasilkan karya yang memiliki identitas tersendiri.

Menurut Aswin, menemukan ide dan mengembangkannya menjadi cerita menarik merupakan salah satu tahapan yang membutuhkan waktu panjang. Setelah ide ditemukan, cerita dikembangkan menjadi naskah yang berisi karakter, dialog, adegan, hingga kebutuhan panel.

Naskah kemudian diterjemahkan comic artist menjadi gambar, sebelum dilanjutkan ke tahap coloring dan lettering. Aswin juga memeriksa kembali setiap halaman, mulai dari alur, gambar, dialog hingga detail kecil sebelum karya dinyatakan selesai.

Perjalanan sebagai komikus membuat Aswin berkesempatan bertemu langsung dengan pembaca melalui berbagai comic event. Salah satunya ketika karya seperti Volt diperkenalkan dalam Toys and Comic Fair, sebelum Skylar Comics tampil dalam berbagai kegiatan di Indonesia dan mancanegara.

Bagi Aswin, event komik bukan sekadar tempat memamerkan karya, tetapi juga sarana memperkenalkan IP Indonesia kepada pembaca yang lebih luas. Pertemuan dengan pembaca dan kreator lain sekaligus membuka peluang bertukar pengalaman serta membangun kolaborasi.

Pada 2026, Skylar Comics dijadwalkan mengikuti Kompak (Komikus Pamer Karya) pada 28–30 Agustus di Jatinegara, Jakarta. Selanjutnya, mereka dijadwalkan hadir di Comipara 7 pada 17–18 Oktober di Jogja Expo Center dan Comifuro 23 pada 31 Oktober–1 November di ICE BSD.

Aswin menilai ekosistem komik Indonesia kini semakin terbuka dengan hadirnya berbagai IP lokal, komunitas, ilustrator, komikus, dan event. Meski peluang semakin besar, ia mengingatkan kreator tetap membutuhkan konsistensi karena membuat komik memerlukan waktu, tenaga, dan biaya.

Kepada anak muda yang ingin menekuni dunia komik, Aswin berpesan agar tidak menunggu mahir untuk mulai berkarya. Ia mendorong generasi muda terus belajar, menerima kritik, memahami storytelling dan industri, membangun networking, berani mempromosikan karya, serta tidak sibuk membandingkan diri dengan orang lain.

“Fokus saja bikin karya dan terus berkembang,” pesannya, seraya menutup dengan satu pesan, “Jangan berhenti punya mimpi.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....