Suku Kajang Jadi Penjaga Hutan Tropis Kebanggaan Dunia
- 10 Mei 2026 12:24 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Masyarakat adat Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan karena komitmennya menjaga kelestarian hutan tropis
- Selain menjaga kawasan hutan, masyarakat Kajang juga mempertahankan pola hidup sederhana
- Perhatian dunia terhadap masyarakat adat Kajang semakin meningkat karena keberhasilan mereka menjaga kawasan hijau
RRI.CO.ID, Bogor- Masyarakat adat Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan karena komitmennya menjaga kelestarian hutan tropis secara turun-temurun. Kehidupan mereka yang sederhana, berpakaian serba hitam, dan memegang teguh aturan adat dianggap berhasil mempertahankan keseimbangan alam di tengah ancaman kerusakan lingkungan yang terus meningkat di berbagai daerah.
Keberhasilan masyarakat Kajang dalam menjaga kawasan hutan adat banyak mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk peneliti lingkungan dan organisasi pelestarian alam. Berdasarkan data dari [Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, keberadaan hutan adat memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem, mencegah deforestasi, dan mempertahankan keanekaragaman hayati di Indonesia.
Bagi masyarakat Kajang, hutan bukan sekadar sumber kehidupan, melainkan bagian dari warisan leluhur yang wajib dijaga. Mereka memiliki aturan adat yang dikenal dengan “Pasang Ri Kajang”, yakni pesan-pesan leluhur yang mengatur hubungan manusia dengan alam. Aturan tersebut melarang penebangan pohon sembarangan dan mengajarkan hidup secukupnya tanpa merusak lingkungan sekitar.
Kearifan lokal yang diterapkan masyarakat Kajang dinilai menjadi contoh nyata bagaimana budaya tradisional mampu berjalan berdampingan dengan isu lingkungan modern. Di tengah perkembangan industri dan urbanisasi, masyarakat adat ini justru menunjukkan bahwa menjaga alam dapat dilakukan melalui kedisiplinan sosial dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat.
Selain menjaga kawasan hutan, masyarakat Kajang juga mempertahankan pola hidup sederhana tanpa ketergantungan berlebihan terhadap teknologi modern. Banyak warga masih memilih berjalan kaki dan menggunakan bahan alami dalam kehidupan sehari-hari. Kesederhanaan tersebut dipercaya menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Perhatian dunia terhadap masyarakat adat Kajang semakin meningkat karena keberhasilan mereka menjaga kawasan hijau yang tetap lestari hingga sekarang. Tidak sedikit wisatawan, peneliti, hingga pegiat lingkungan datang untuk mempelajari cara hidup masyarakat adat tersebut. Kajang dianggap sebagai salah satu contoh komunitas lokal yang mampu mempertahankan hutan tropis di tengah perubahan zaman.
Keberadaan masyarakat Kajang menjadi pengingat bahwa pelestarian lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan teknologi canggih. Nilai gotong royong, kepatuhan terhadap adat, dan rasa hormat terhadap alam justru menjadi kekuatan utama yang membuat kawasan hutan mereka tetap terjaga. Dari tanah Sulawesi Selatan, masyarakat Kajang membuktikan bahwa tradisi dapat menjadi benteng penting bagi masa depan lingkungan dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....