Kirab Mahkota Binokasih di Bogor, Hidupkan Spirit Tatar Pasundan
- 09 Mei 2026 12:49 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Kirab budaya tersebut menjadi bagian dari Milangkala Tatar Pasundan yang menghadirkan kembali jejak sejarah Kerajaan Pajajaran di tengah kehidupan modern masyarakat Sunda.
- Melalui pelestarian budaya seperti Kirab Mahkota Binokasih, masyarakat Sunda diharapkan tetap memiliki jati diri serta mampu menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman modern.
RRI.CO.ID, Bogor – Hujan gerimis yang turun perlahan di kawasan Batu Tulis seolah menjadi pengiring sakral saat Kirab Mahkota Binokasih memulai perjalanan menuju Lawang Surya Kencana. Di bawah langit Bogor yang temaram pada Jumat, 8 Mei 2026, denting musik tradisional Sunda, derap langkah pasukan berkuda, dan laju kereta kencana menghadirkan suasana khidmat yang menyatu dengan kemeriahan budaya Tatar Pasundan.
Kirab budaya tersebut menjadi bagian dari Milangkala Tatar Pasundan yang menghadirkan kembali jejak sejarah Kerajaan Pajajaran di tengah kehidupan modern masyarakat Sunda. Iring-iringan kesenian budaya dari berbagai daerah seperti Jakarta, Banten, hingga sejumlah kampung adat di Jawa Barat turut memeriahkan agenda budaya tersebut dengan menampilkan ciri khas tradisi masing-masing.
Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Chandrawulan, mengatakan Mahkota Binokasih menjadi simbol kebesaran budaya Sunda yang harus terus dijaga keberadaannya.
| Baca juga: Damas Kota Bogor Hidupkan Seni Tradisi Sunda |
“Kirab budaya ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat sejarah dan identitas masyarakat Sunda agar tetap dikenal oleh generasi muda,” ujarnya.
Sepanjang jalur kirab, ribuan warga tampak memadati sisi jalan sambil mengenakan pakaian adat Sunda dan mengabadikan momen budaya yang jarang hadir dalam skala besar tersebut. Aroma kuliner tradisional yang bercampur dengan alunan kacapi suling membuat kawasan Surya Kencana terasa seperti lorong waktu yang membawa masyarakat kembali pada masa kejayaan Pajajaran.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut Kirab Milangkala Tatar Pasundan menjadi momentum memperkuat rasa persaudaraan masyarakat Jawa Barat.
“Nilai kebersamaan dan gotong royong yang diwariskan leluhur harus tetap dijaga sebagai bagian dari karakter masyarakat Sunda,” kata Dedie Rachim.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan Mahkota Binokasih menjadi bukti bahwa peradaban Sunda telah hadir sejak zaman dahulu dan tetap bertahan hingga saat ini.
“Mahkota Binokasih adalah simbol kejayaan Pajajaran dan bukti bahwa masyarakat Sunda memiliki peradaban besar yang harus terus dijaga,” ujar Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, ajaran leluhur Sunda juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam kehidupan sehari-hari.
“Gunung harus dijaga, lembah harus dijaga, sungai juga harus dijaga agar tidak menimbulkan bencana dan tetap menjadi bagian kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan pembangunan di Jawa Barat juga harus menghadirkan rasa memiliki terhadap sejarah dan budaya sendiri. Melalui pelestarian budaya seperti Kirab Mahkota Binokasih, masyarakat Sunda diharapkan tetap memiliki jati diri serta mampu menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....