Literasi Budaya Hahaleungan Hidupkan Diskusi dan Pelestarian Budaya Sunda

  • 12 Apr 2026 22:12 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kegiatan literasi budaya yang digelar dalam acara Hahaleungan dengan tema “Meungkeut Simpay Duduluran di Dayeuh Bogor” di Auditorium RRI Bogor, Minggu 12 April 2026, kembali menghadirkan semangat kolaborasi antara komunitas, akademisi, dan media.

Kasepuhan Kadamas, Dr. Edi Nasriyadi, bersama Kepala Stasiun LPP RRI Bogor, Nordiana, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai momentum menghidupkan kembali ruang diskusi budaya, demokrasi, dan akademik yang sempat terhenti.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Dalam pernyataannya, Kasepuhan Kadamas menegaskan pentingnya menjaga integritas moral serta memperkuat sinergi antaralumni dan generasi muda. Meski komunikasi tidak selalu dilakukan secara intens, hubungan yang terjalin dinilai tetap menjadi fondasi kuat dalam membangun kontribusi berkelanjutan di setiap zaman.

“Setiap manusia harus mengenal jati dirinya. Kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk berbakti kepada orang tua, lingkungan, dan sesama. Anak muda harus berani mencoba, terus belajar dari alam, dari buku, dan dari generasi yang lebih senior, karena setiap tantangan pasti ada hikmahnya.” ungkap Edi Nasriyadi, Minggu 12 April 2026.

Sementara itu, Kepala LPP RRI Bogor, Noordiana menegaskan komitmen RRI untuk terus mengangkat dan melestarikan budaya Sunda melalui berbagai program siaran. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas seperti Kadamas dan Damas, serta berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai awal, melainkan terus berlanjut dengan menghadirkan lebih banyak narasumber, khususnya dalam penggunaan bahasa Sunda yang autentik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai program unggulan yang kembali hadir. RRI berkomitmen untuk terus mengangkat budaya Sunda, dan kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, termasuk menghadirkan narasumber yang mampu menggunakan bahasa Sunda secara autentik.” ujarnya.

Ia pun menegaskan, melalui semangat kebersamaan dan pembelajaran lintas generasi, nilai-nilai kearifan lokal akan tetap hidup dan berkembang, seiring dengan perjalanan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....