Ketersediaan Benih Kedelai Nasional Masih Sangat Rendah

  • 02 Jul 2026 18:14 WIB
  •  Bogor
Video

RRI.CO.ID, Bogor – Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian mengungkapkan ketersediaan benih kedelai nasional hingga saat ini masih sangat rendah. Kondisi tersebut dipengaruhi rendahnya produksi kedelai dalam negeri serta minimnya minat petani menanam kedelai.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ladiyani Retno Widowati, mengatakan penangkar benih masih bergantung pada program pemerintah. Selain itu, harga kedelai impor yang lebih murah membuat kedelai lokal sulit bersaing.

"Ketersediaan benihnya memang sangat minimalis, sangat rendah sekali. Petani atau penangkar masih sangat tergantung kepada program pemerintah, sementara harga kedelai lokal masih kalah bersaing dengan kedelai impor," ujar Ladiyani pada Rabu, 1 Juli 2026, saat ditemui di di IPB International Convention Center (IICC), Bogor

Menurutnya, produktivitas kedelai yang hanya sekitar 1 hingga 1,5 ton per hektare membuat petani lebih memilih menanam jagung yang mampu menghasilkan lebih dari lima ton per hektare. Kondisi tersebut menyebabkan luas tanam kedelai terus terbatas.

"Kalau petani menanam jagung hasilnya jauh lebih tinggi dibanding kedelai. Karena itu masih banyak petani yang memilih komoditas lain daripada kedelai," katanya.

Ladiyani menjelaskan kebutuhan benih kedelai nasional mencapai sekitar 390 ribu ton setiap tahun. Untuk memenuhinya dibutuhkan areal tanam yang luas, namun pengembangannya kerap berbenturan dengan komoditas lain, terutama padi.

"Kalau kebutuhan kita sekitar 390 ribu ton, berarti harus ada sekitar 390 ribu hektare yang ditanami kedelai. Persoalannya lahan sering berebut dengan tanaman padi sehingga pengembangannya tidak mudah," ucapnya.

Ia menambahkan kualitas kedelai lokal sebenarnya sangat baik untuk bahan baku tempe dan tahu. Namun, daya saingnya masih terkendala harga sehingga memerlukan dukungan kebijakan pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....