Inilah Pemrakarsa Koperasi Unit Desa dan Format Kartu menuju Sehat Balita
- 19 Mei 2026 22:13 WIB
- Bogor
Video
RRI.CO.ID, Bogor - Kepala Pusat Study Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University Dr. Ivanovich Agusta, akan melakukan kajian bedah buku dan pemikiran Prof. Sayogjo, Kamis 21 Mei 2026.
Dalam prolog yang disampaikan Kepala PSP3 IPB University tersebut mengulas sedikit tentang tokoh yang menjadi cikal bakal pengembangan dan pemberdayaan Masyarakat desa yang memprakarsai sejumlah peninggalan yang masih lekat di telinga.
Peninggalan tersebut seperti Koperasi Unit Desa, Posyandu, Taman Gizi dan Kartu Menuju Sehat yang menjadi parameter bagi bayi dan balita di masa tumbuh kembangnya sejak lahir. Ia adalah Prof. Dr. Ir. Sajogyo (lahir dengan nama Sri Kusumo Kampto Utomo) adalah "Bapak Sosiologi Pedesaan Indonesia".
Akademisi IPB University , Rektor IPB ke-4 (periode 1965–1966), serta pelopor pemikiran kemiskinan, reforma agraria, dan ketahanan gizi yang melandasi berbagai program pembangunan desa nasional. Ia pernah memimpin Pusat Studi Pembangunan Pedesaan (PSPP) IPB.Konsep Garis Kemiskinan yang kini parameternya di gunakan Badan Pusat Statistika dengan sebutan indikator "Garis Kemiskinan Sajogyo".
Yakni sebuah metode statistik mengukur tingkat kesejahteraan penduduk berdasarkan setara kecukupan konsumsi beras per kapita per tahun. Ukuran ini menjadi rujukan awal negara dalam memetakan kemiskinan.
Prof. Sajogyo wafat pada 17 Maret 2012. Rekam jejak intelektualnya terus hidup dan dikaji secara konsisten. Menjelang peringatan seabad (100 thn) kelahirannya (1926–2026), IPB University bersama Sajogyo Institute—lembaga yang menempati rumah hibah peninggalannya di Jalan Malabar Kota Bogor, menggelar berbagai forum akademis untuk membedah kembali relevansi pemikirannya di tengah era disrupsi teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....