IPB Perkuat Jejaring Petani, Nelayan, dan Akademisi Global dalam Program GNAA
- 21 Apr 2026 23:17 WIB
- Bogor
Video
RRI.CO.ID, Bogor- Dampak perubahan iklim ternyata sama dirasakan oleh para petani dan nelayan yang berada di Asia Tenggara. Cuaca ekstrem, musim yang tidak menentu, kekeringan, dan kenaikan suhu mengganggu produksi pertanian dan tangkapan nelayan.
Melalui program Global Network for Advanced Agromaritime (GNAA) yang diikuti 20 Petani dan Nelayan dari Indonesia dan negara Asia Tenggara di IPB University, Selasa 21-23 April 2026 dapat memperkuat ketahanan subjek pertanian dan perikanan berdasarkan kearifan lokal dari perubahan iklim dari masing masing negara asal mereka.
Seperti dijelaskan Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet saat pembukaan kegiatan di Science Techno Park IPB, Selasa 21 April menjelaskan program yang berlangsung selama 3 hari dapat meningkatkan input riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat di sektor agromaritim. Ruang sosial yang terbangun itupun menjadi wahana kolaborasi menjawab tantangan global termasuk tantangan geopolitik, resesi ekonomi dengan kearifan lokal.
Penguatan itupun disampaikan Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LP2AI), IPB University, Dr. Handian Purwawangsa. Yang menurutnya dari pesertayang berasal Negara Asean plus Taiwan mengakomodir semangat regional dan kearifan local. Dan IPB sebagai inivator pangan mendapatkan banyak referensi pemanfaatan teknologi di bidang tanaman pangan dan perikanan.
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Iskandar Siregar Kolaborasi lintas negara ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen antar petani, nelayan, dan akademisi dalam melakukan kerja-kerja kolaboratif sektor agromaritim.
Tantangan perubahan iklim yang dialami oleh petani di lapangan semakin berat. Forum bertukar pengalaman antar petani lintas negara ini dapat menjadi ruang saling belajar dan saling menguatkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....