Kapolda Jabar Tinjau Korban Tambang Emas Pongkor

  • 22 Jan 2026 12:46 WIB
  •  Bogor
Video

RRI.CO.ID, Bogor – Kedatangan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan ke kawasan penambangan emas di wilayah PT Antam Pongkor, menjadi penguat moril bagi keluarga korban yang terdampak musibah lubang tambang di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis, 22 Januari 2026. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan kemanusiaan berjalan optimal serta menyampaikan langsung duka cita kepada keluarga korban.

Kapolda Jawa Barat menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia yang berasal dari Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Desa Urug Kecamatan Sukajaya, serta wilayah Cigudeg. Ia menegaskan bahwa negara hadir dalam situasi duka dan berkomitmen mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

Dalam kesempatan tersebut, Rudi Setiawan juga meminta doa dari seluruh keluarga korban, khususnya bagi anggota keluarga yang diduga masih berada di dalam lubang atau gua emas di kawasan izin usaha pertambangan milik PT Antam Tbk Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPE) Pongkor. Menurutnya, dukungan doa sangat dibutuhkan agar kondisi di dalam lubang memungkinkan tim melanjutkan proses evakuasi.

Selain peninjauan lokasi, Kapolda Jawa Barat bersama jajaran Polres Bogor secara simbolis menyerahkan bantuan kepada 11 keluarga korban meninggal dunia. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk empati dan kepedulian Polri terhadap keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat peristiwa yang diduga terjadi pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026.

“Saya mengucapkan turut berduka cita, dan bagi keluarga yang belum bertemu anggota keluarganya, mari kita doakan agar kadar karbon monoksida (CO) di dalam lubang menurun hingga di bawah ambang aman 200 PPM, sehingga tim rescue dapat melanjutkan evakuasi,” ujar Rudi Setiawan kepada wartawan, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menjelaskan, hingga saat ini kadar gas CO di dalam lubang atau gua emas dengan kedalaman sekitar 500 hingga 700 meter masih berada di atas ambang batas aman. Kondisi tersebut menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan oleh tim SAR gabungan sebagai bagian dari operasi kemanusiaan untuk menemukan para korban yang masih dilaporkan hilang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....