Salju Abadi Puncak Jaya Diprediksi Hilang pada 2027
- 30 Sep 2026 18:44 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Lapisan es yang selama ribuan tahun menyelimuti kawasan Puncak Jaya, Pegunungan Carstensz, Papua, diperkirakan segera menghilang. Fenomena yang dikenal masyarakat sebagai salju abadi tersebut kini terus menyusut akibat perubahan iklim dan kenaikan suhu global. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan lapisan es di Puncak Jayawijaya dapat lenyap sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027.
Kondisi tersebut menempatkan gletser Puncak Jaya sebagai salah satu indikator nyata perubahan iklim di kawasan tropis. Berdasarkan informasi yang dikutip The Guardian, Papua sebelumnya memiliki enam lapisan es permanen, tetapi empat di antaranya telah menghilang sejak 1980. Gletser yang tersisa berada di kawasan Carstensz dan menjadi satu-satunya gletser tropis yang masih bertahan di Asia Tenggara.
BMKG melalui keterangan di media sosial pada Juli 2026 menyebut kemungkinan masyarakat saat ini menjadi generasi terakhir yang masih dapat menyaksikan keberadaan es abadi di Indonesia. Pakar klimatologi BMKG memperkirakan lapisan es Puncak Jayawijaya akan hilang seluruhnya pada penghujung 2026 atau memasuki awal 2027. Perkiraan tersebut menunjukkan semakin pendeknya waktu bagi keberadaan gletser yang telah menjadi bagian dari lanskap pegunungan Papua tersebut.
Data mengenai penyusutan gletser juga menunjukkan perubahan yang signifikan dalam jangka panjang. Sekitar satu abad lalu, es permanen masih menutupi sejumlah puncak di kawasan tersebut. Sementara itu, luas lapisan es yang diperkirakan mencapai sekitar 1.900 hektare pada abad ke-19 kini tersisa sekitar 16 hektare. Sejak 2002 luas es di kawasan itu diperkirakan telah menyusut sekitar 95 persen.
Peneliti dan pembuat peta asal Denmark, Klaus Thymann, yang pernah memetakan gletser terakhir di Papua, mengatakan hilangnya es tersebut kini lebih merupakan persoalan waktu daripada kemungkinan. Dalam pemberitaan The Guardian, Thymann menyoroti kontras antara keberadaan es di wilayah tropis dan kondisi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, penyusutan tersebut juga memperlihatkan besarnya perubahan yang dapat terjadi dalam waktu relatif singkat jika dibandingkan dengan skala waktu geologis.
Penyusutan gletser Puncak Jaya berkaitan dengan peningkatan suhu akibat perubahan iklim. Kenaikan temperatur membuat batas tempat air dapat membeku bergerak semakin tinggi, sementara sebagian presipitasi yang sebelumnya turun dalam bentuk salju dapat berubah menjadi hujan. Kondisi tersebut mengurangi akumulasi es baru dan mempercepat pencairan gletser yang sudah ada. Fenomena serupa juga terjadi di berbagai kawasan gletser tropis dunia, termasuk Pegunungan Andes dan Afrika Timur.
Puncak Jaya merupakan salah satu contoh penting dampak perubahan iklim terhadap lingkungan pegunungan tropis. Hilangnya lapisan es tidak hanya mengubah bentang alam yang selama ini dikenal sebagai salju abadi, tetapi juga menghapus salah satu fenomena alam yang sangat langka di Asia Tenggara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....