Melalui Batik, Jorji Dorong Kreativitas dan Ekonomi Kreatif Bogor
- 30 Sep 2026 13:56 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Georgian Marcello atau Jorji terus mengembangkan kiprahnya di bidang fashion dan ekonomi kreatif Kota Bogo
- Jorji mengaku sempat ragu karena Bogor bukan dikenal sebagai kota batik. Namun, setelah dijalani dengan serius, ia mulai menemukan ceruk pasar yang dapat dikembangkan
- Ke depan, Jorji ingin terus berkarya melalui fashion hingga seni rupa karena masih banyak gagasan yang ingin diwujudkan
RRI.CO.ID, Bogor - Georgian Marcello atau Jorji terus mengembangkan kiprahnya di bidang fashion dan ekonomi kreatif Kota Bogor. Perjalanan tersebut mulai dijalani dengan lebih serius ketika memasuki semester delapan saat menempuh pendidikan S1. Dalam wawancara yang dilakukan pada Selasa, 29 September 2026, Jorji menceritakan bahwa dirinya memilih mengangkat branding Handayani Geulis Batik Bogor sebagai topik skripsinya.
Melalui proses penelitian tersebut, Jorji semakin banyak mempelajari potensi batik daerah yang dikembangkan oleh sang ibu. Dari sana, ia melihat adanya peluang untuk mengembangkan batik sekaligus memperkenalkan identitas lokal melalui karya. “Dari sana saya melihat potensi perkembangan batik daerah dan saya bertekad mengembangkannya,” ujar Jorji.
Jorji mengaku sempat ragu karena Bogor bukan dikenal sebagai kota batik. Namun, setelah dijalani dengan serius, ia mulai menemukan ceruk pasar yang dapat dikembangkan. Baginya, identitas dan kearifan lokal menjadi bagian penting dalam menciptakan karya yang memiliki keterikatan dengan masyarakat. “Karakter yang muncul adalah kecintaan masyarakat terhadap kotanya. Dan hal ini yang ingin saya tampilkan di sini,” katanya.
Sebagai Ketua Forum Ekonomi Kreatif Kota Bogor, Reka sekaligus pelaku fashion, Jorji melihat hubungan yang erat antara kreativitas, UMKM, fashion, dan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Bogor. Menurutnya, kecintaan terhadap daerah menjadi karakter yang kuat di kalangan pelaku seni, kreatif, maupun UMKM. “Mereka selalu membawa nilai-nilai ke-Bogoran dalam setiap karyanya,” tutur Jorji.
Dalam menghadapi perubahan tren fashion dan selera generasi muda, Jorji menyebut inovasi menjadi tantangan yang harus terus dihadapi. Ia dituntut untuk mencoba hal baru dan menciptakan karya yang relevan dengan perkembangan zaman. Proses tersebut dilakukan melalui riset dan diskusi bersama teman-teman. “Awalnya cukup memusingkan karena harus riset dan banyak diskusi dengan teman-teman, namun karena sudah terbiasa jadi malah semakin senang membuat karya baru,” ungkapnya.
Konsistensi Jorji dengan Handayani Geulis Batik Bogor dalam mendukung kompetisi Mojang Jajaka Kota Bogor setiap tahun juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengenalan budaya kepada generasi muda. Jorji menilai kompetisi tersebut dapat menjadi ruang untuk mengenalkan budaya dan batik kepada generasi berikutnya. Ia juga melihat Mojang Jajaka memiliki peran signifikan sebagai brand ambassador Kota Bogor dalam memperkenalkan budaya, fashion, pariwisata, dan potensi kreatif daerah.
Ke depan, Jorji ingin terus berkarya melalui fashion hingga seni rupa karena masih banyak gagasan yang ingin diwujudkan. Di sisi lain, Reka Bogor menjadi ruang baginya untuk bertemu dan bertukar wawasan dengan sesama pelaku kreatif. “Saya selalu mendapatkan banyak insight baru dan terus berharap bisa membuat dampak yang signifikan di sektor ekonomi kreatif melalui Reka Bogor,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....