Kenapa Kita Sulit Berhenti Scrolling Media Sosial? Ini Alasannya
- 30 Sep 2026 10:08 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Membuka media sosial dengan niat hanya beberapa menit, tetapi tanpa terasa sudah menghabiskan waktu cukup lama. Kebiasaan menggulir layar atau scroll berulang kali menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari banyak orang. Bahkan, tidak sedikit yang tetap membuka media sosial meskipun sebenarnya tidak ada hal khusus yang ingin dicari.
Salah satu alasan seseorang sulit berhenti adalah karena media sosial menyediakan informasi dan hiburan yang terus berganti. Setelah satu unggahan dilihat, pengguna dapat langsung menemukan konten berikutnya. Tidak adanya batas yang jelas membuat aktivitas tersebut mudah berlangsung lebih lama dari yang direncanakan.
Konten yang muncul di media sosial juga biasanya disesuaikan dengan aktivitas pengguna. Ketika seseorang sering melihat jenis konten tertentu, platform dapat kembali menampilkan konten serupa. Akibatnya, pengguna merasa selalu ada sesuatu yang menarik untuk dilihat dan terdorong untuk terus menggulir.
Kebiasaan scrolling juga dapat muncul ketika seseorang sedang bosan atau ingin mengisi waktu luang. Menunggu kendaraan, beristirahat setelah bekerja, bahkan sesaat sebelum tidur sering kali menjadi kesempatan untuk membuka media sosial. Lama-kelamaan, membuka ponsel dapat berubah menjadi respons otomatis ketika tidak sedang melakukan aktivitas tertentu.
Masalahnya, kebiasaan tersebut dapat membuat waktu berlalu tanpa disadari. Aktivitas yang awalnya hanya dilakukan untuk mencari hiburan bisa mengurangi waktu untuk beristirahat, belajar, bekerja, berkomunikasi secara langsung, atau melakukan kegiatan lain yang lebih penting.
Bukan berarti penggunaan media sosial harus dihentikan sepenuhnya. Media sosial tetap memiliki manfaat sebagai sarana mendapatkan informasi, berkomunikasi, membangun jaringan, hingga mencari hiburan. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana seseorang mengatur waktu dan menyadari alasan ketika membuka media sosial.
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dicoba. Misalnya, menetapkan batas waktu penggunaan, mematikan notifikasi yang tidak penting, meletakkan ponsel jauh dari tempat tidur, serta menentukan waktu tertentu untuk membuka media sosial. Mengganti kebiasaan scrolling dengan aktivitas lain seperti membaca, berolahraga, berbincang dengan keluarga, atau melakukan pekerjaan rumah juga dapat membantu.
Pada akhirnya, kemampuan berhenti dari media sosial bukan hanya soal seberapa kuat seseorang menahan diri, tetapi juga bagaimana membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara sadar. Dengan mengetahui kapan harus membuka dan kapan harus meletakkan ponsel, waktu yang dimiliki dapat digunakan untuk berbagai aktivitas yang lebih bermakna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....