Sering Pakai AC? Hindari Kesalahan yang Bikin Listrik Boros
- 22 Sep 2026 12:01 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Penggunaan air conditioner (AC) di rumah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika tagihan listrik mengalami kenaikan. Selain durasi pemakaian, kebiasaan dalam mengatur suhu dan kondisi perangkat juga dapat memengaruhi konsumsi energi.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah menyetel AC pada suhu terlalu rendah, misalnya 16–18 derajat Celsius. Semakin besar perbedaan suhu antara ruangan dan udara luar, semakin berat kerja kompresor untuk mempertahankan suhu tersebut sehingga konsumsi energi dapat meningkat. Pengaturan suhu sekitar 24–25 derajat Celsius dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kenyamanan sekaligus mengendalikan penggunaan listrik.
Kesalahan lainnya adalah membiarkan AC bekerja terlalu lama tanpa menyesuaikan kebutuhan. AC yang menyala selama berjam-jam, terutama ketika tidak ada orang di dalam ruangan, tetap menggunakan energi. Karena itu, penggunaan AC sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas penghuni rumah dan dimatikan ketika ruangan tidak digunakan.
Kondisi unit AC juga tidak boleh diabaikan. Filter yang kotor dapat menghambat aliran udara sehingga kinerja pendingin menjadi kurang optimal. Dalam kondisi tersebut, AC dapat bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan. Membersihkan filter secara berkala menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kinerja perangkat.
Penempatan dan kondisi ruangan turut berpengaruh. Ruangan yang banyak menerima panas dari sinar matahari atau memiliki sirkulasi udara yang kurang baik dapat membuat AC bekerja lebih berat. Penggunaan tirai atau penutup jendela pada waktu tertentu serta memastikan pintu dan jendela tertutup saat AC menyala dapat membantu mempertahankan udara dingin di dalam ruangan.
Selain AC, sejumlah perangkat rumah tangga juga dapat berkontribusi terhadap meningkatnya konsumsi listrik. Mommies Daily sebelumnya mencatat kulkas dengan karet pintu yang longgar, water heater, dispenser air panas, mesin pengering, serta perangkat elektronik yang tetap berada dalam kondisi standby sebagai beberapa sumber penggunaan energi yang perlu diperhatikan.
Bagi pelanggan listrik prabayar, peningkatan penggunaan energi akan terlihat dari kWh yang lebih cepat berkurang. Sementara pelanggan pascabayar dapat membandingkan riwayat pemakaian kWh dengan bulan sebelumnya untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan konsumsi. Perubahan durasi penggunaan AC maupun kebiasaan anggota keluarga yang lebih sering berada di rumah dapat menjadi salah satu penyebabnya.
Dengan demikian, menghemat listrik tidak selalu berarti mengurangi penggunaan AC secara drastis. Langkah yang dapat dilakukan antara lain mengatur suhu pada tingkat yang nyaman, membersihkan filter secara berkala, memastikan ruangan tertutup ketika AC digunakan, serta mematikan perangkat ketika tidak diperlukan. Kebiasaan tersebut dapat membantu penggunaan energi di rumah menjadi lebih efisien sekaligus menjaga pengeluaran listrik tetap terkendali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....